Kebakaran rumah di Kota Depok.(Dok. MI)
KOTA Depok, Jawa Barat, dilanda empat peristiwa kebakaran dalam kurun waktu empat hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga Kamis (27/8/2026). Berdasarkan info Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, objek nan terbakar mencakup lahan kosong, toko sembako dan parfum, toko plastik, hingga toko kue.
Petugas DPKP Kota Depok, Taufik, mengungkapkan bahwa salah satu kejadian terbesar menimpa sebuah toko plastik dan bahan kue di Jalan Pangkalan Jati 1, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere. Kerugian materiil akibat kebakaran di letak tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
"Dari empat kejadian, salah satunya toko plastik dan bahan kue di Jalan Pangkalan Jati 1. Kerugian material kebakaran toko plastik dan bahan kue ditaksir Rp400 juta," ujar Taufik, Kamis (27/8).
Penyebab Kebakaran: Sampah dan Korsleting
Taufik menjelaskan, penyebab kebakaran di empat letak tersebut bervariasi. Kebakaran pada lahan kosong dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah sembarangan. Sementara itu, kebakaran nan melanda toko plastik, toko kue, serta toko sembako dan minyak wangi diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik alias korsleting.
Meski terjadi secara beruntun, DPKP memastikan tidak ada korban dalam rangkaian kejadian tersebut. "Peristiwa kebakaran nan terjadi secara beruntun tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka," tegasnya.
Respons Cepat Petugas
Dalam menangani laporan masyarakat, DPKP Kota Depok berupaya memenuhi standar response time alias waktu tanggap cepat, ialah sekitar 15 menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan asesmen, melokalisir sumber api, dan melakukan pemindahan penyelamatan.
Pada kejadian Rabu pagi (26/8), kebakaran toko sembako dan minyak wangi di area Pangkalan Jati sempat memicu kepadatan arus lampau lintas. DPKP mengerahkan sekitar tujuh unit mobil pemadam untuk menjinakkan si jago merah.
"Arus lampau lintas di sekitar letak kebakaran kembali normal setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai," tambah Taufik.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi kebakaran condong meningkat selama musim kemarau. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·