5 fakta aneh tata surya yang perlu kamu tahu

  • Whatsapp

Ada pepatah yang mengatakan rahasia alam semesta jauh lebih mudah dimengerti dibandingkan hati seseorang, eitss tunggu dulu. Coba simak 5 fakta aneh tata surya berikut ini.

Tata Surya digambarkan dengan kumpulan benda langit yang tampak aneh dan misterius. Kendati demikian, keberadaannya luar biasa sehingga sulit untuk dijelaskan secara ilmiah. Sebelumnya para ilmuwan telah menemukan gunung berapi yang memuntahkan es di Pluto.

Seperti diketahui, tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk 8 buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Ada pepatah yang mengatakan rahasia alam semesta jauh lebih mudah dimengerti dibandingkan hati seseorang, eitss tunggu dulu. Coba simak 5 fakta aneh tata surya yang mungkin belum kamu ketahui, seperti dilansir dari berbagai sumber. 

1. Planet yang terbuat dari berlian

Para ilmuwan dari Arizona State University menyebut saat ini ada lebih dari satu eksoplanet atau planet di luar tata surya yang ternyata terbuat dari berlian. Salah satunya Janssen, planet ekstrasurya yang terdiri dari berlian dan grafit. Planet tersebut berukuran dua kali ukuran Bumi. 

Planet ini ditemukan pertama kali pada 2004, dimana studi dan penelitian mengungkap bahwa sekitar 70% planet tersebut merupakan berlian utuh yang terbentuk akibat unsur karbon yang terpapar suhu ekstrim dalam kurun waktu yang sangat lama. Hingga saat ini, beberapa ilmuwan dan astronom dunia masih meneliti tentang unsur-unsur yang ada di eksoplanet tersebut dan berharap akan ada teknologi yang bisa membawanya ke planet tersebut, pasalnya penampakan 55 Cancri e jelas terlihat berbeda dengan berlian yang sering terlihat di Bumi.

2. Satu hari di Venus lebih dari satu tahun di Bumi

Penelitian Nature Astronomy mengungkapkan, satu hari di Venus setara dengan 243,0226 hari Bumi atau kira-kira dua pertiga dari satu tahun Bumi dan itu berubah dengan variasi sekitar 20 menit.

Gerak rotasi Venus bisa dikatakan sangat lambat, hal ini membuat siang hari di planet ini berlangsung sekitar 121,5 hari. Begitu juga dengan malam hari di sana. Venus mempunyai arah rotasi yang terbalik dengan Bumi. Kalau di Bumi, Matahari terbit dari arah timur. Namun, di Venus, Matahari akan terbit dari barat dan terbenam di timur.

3. Ada planet besar di tepi tata surya

Pada Januari 2015, astronom Institut Teknologi California Konstantin Batygin dan Mike Brown mengumumkan, berdasarkan perhitungan matematis dan simulasi bahwa mungkin ada planet raksasa yang mengintai jauh di luar Neptunus. Beberapa tim sekarang sedang mencari “Planet Sembilan” teoretis ini, yang bisa memakan waktu puluhan tahun untuk ditemukan.

Planet besar ini diperkirakan dapat membantu menjelaskan pergerakan beberapa objek di Sabuk Kuiper, kumpulan objek es di luar orbit Neptunus. Mike Brown telah menemukan beberapa objek besar di daerah itu yang dalam beberapa kasus menyaingi ukuran Pluto. Penemuannya adalah salah satu katalis untuk mengubah status Pluto dari planet menjadi planet kerdil pada tahun 2006.

4. Neptunus memancarkan lebih banyak panas daripada Matahari

Planet Neptunus merupakan planet dengan urutan terakhir dari sistem tata surya. Jarak antara planet Neptunus dengan Matahari sekitar 4.450 juta km. Akan tetapi planet biru ini mengeluarkan lebih banyak panas daripada Matahari.

Para ilmuwan berharap bisa melihat Neptunus secara langsung, karena diyakini perbedaan suhu yang besar dapat mempengaruhi proses cuaca di planet ini. NASA memperkirakan perbedaan suhu antara sumber panas dan puncak awan adalah -260 derajat Fahrenheit (-160 derajat Celcius). Neptunus juga digadang-gadang sebagai planet yang misterius, karena masih menyimpan hal-hal misterius yang belum bisa terjawab.

5. Mars memiliki gunung berapi terbesar 

Seperti diketahui, sekarang banyak organisasi luar angkasa yang berlomba-lomba untuk meneliti Mars. Sebelumnya, terdapat sesuatu yang menyebabkan gunung berapi raksasa terbentuk dan meletus. Ini termasuk Olympus Mons, gunung berapi terbesar yang pernah ditemukan di tata surya. Dengan lebar 374 mil (602 km), gunung berapi ini sebanding dengan ukuran Arizona. Tingginya 16 mil (25 kilometer), atau tiga kali lipat ketinggian Gunung Everest, gunung tertinggi di Bumi.

Gunung berapi di Mars dapat tumbuh hingga ukuran yang sangat besar karena gravitasi jauh lebih lemah di Planet Merah daripada di Bumi. Tetapi bagaimana gunung berapi itu muncul pertama kali tidak diketahui dengan pasti. Perdebatan masih berlanjut tentang apakah Mars memiliki sistem tektonik lempeng global yang aktif sampai sekarang.

Pos terkait