Jakarta, CNN Indonesia --
Enam federasi sepak bola di area Arab memberikan support kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Di tengah tekanan dari tiga konfederasi, UEFA, AFC, dan CONCACAF, nan merilis surat berisikan paksaan agar dirinya mundur, Infantino tetap mendapat support dari negara-negara personil FIFA.
Enam kepala federasi dari Arab Saudi, Qatar, Lebanon, Maroko, Sudan, Mesir, dan Mauritania memberi sokongan kepada Infantino dengan merilis surat pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyadari peran krusial sepak bola Arab dalam menyatukan masyarakat dan memperkuat kerja sama antarasosiasi sepak bola di seluruh Arab, kami... menyatakan support penuh kami kepada Gianni Infantino, presiden FIFA, dan menegaskan kembali kepercayaan kami pada kepemimpinannya dan komitmen berkepanjangan terhadap pengembangan sepak bola di seluruh dunia," tulis pernyataan dalam surat tersebut.
Negara-negara itu menilai langkah-langkah Infantino selama memimpin FIFA memberi akibat positif bagi sepak bola dan layak mendapat dukungan.
"Kami mengapresiasi upaya berkepanjangan Tuan Infantino untuk memajukan sepak bola secara global, memperluas kesempatan di seluruh wilayah dan memperkuat peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat dan komunitas."
"Kami berambisi dapat melanjutkan kerja sama erat kami dengannya menuju masa depan nan lebih kuat dan lebih sejahtera bagi sepak bola dunia, memperluas peluang, dan semakin meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap sepak bola global," demikian pesan pernyataan berbareng keenam negara itu.
Sebelum negara-negara Arab itu memberikan support kepada Infantino, PSSI lebih dulu menyuarakan berada di belakang Infantino.
FIFA bakal mengadakan kongres pada Maret 2027 dengan agenda pemilihan presiden. Infantino sudah memimpin FIFA sejak 2016 ketika menggantikan Sepp Blatter nan mengundurkan diri pada 2015 setelah terlibat skandal korupsi.
Setelah itu Infantino terpilih dalam kongres pemilihan 2019 dan 2023. Pada 2027 Infantino tetap bisa dipilih lantaran periode kepemimpinan 2016 hingga 2019 dianggap tidak penuh.
Menurut patokan FIFA, seorang presiden bisa menjabat maksimal dalam tiga periode alias 12 tahun.
Masa depan Infantino di bangku FIFA 1 sedang panas lantaran sempat merencanakan penjualan saham Piala Dunia.
Meski proposal penjualan saham Piala Dunia itu sudah ditarik, persoalan tidak tuntas dan justru membikin eks sekretaris jenderal UEFA itu mendapat kritik tajam hingga tekanan untuk meninggalkan kedudukan sebagai presiden FIFA.
(nva/sry)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·