Sembilan wilayah di Sarawak, Malaysia, mencatat kualitas udara tidak sehat pada Rabu (12/8) pagi.(Dok. Climate impact trecker Asia)
SEMBILAN wilayah di Sarawak, Malaysia, mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat pada Rabu (12/8) pagi. Kondisi ini dipicu oleh kabut asap lintas pemisah nan tetap menyelimuti sejumlah titik di negara bagian tersebut.
Berdasarkan info Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara (APIMS), jumlah wilayah dengan kualitas udara jelek ini sebenarnya mengalami penurunan. Jika pada hari sebelumnya terdapat 11 wilayah nan terdampak, sekarang berkurang menjadi sembilan wilayah.
Wilayah Serian mencatat tingkat Indeks Polutan Udara (API) tertinggi dengan nomor mencapai 194. Angka ini mendekati pemisah kategori sangat tidak sehat nan dimulai dari level 201.
Menyusul Serian, Kuching berada di posisi berikutnya dengan API 172, disusul oleh Samarahan dengan nomor 170. Wilayah lain nan juga masuk kategori tidak sehat adalah Sarikei (161), serta Bintulu dan Sri Aman nan masing-masing berada pada nomor 157.
Selain itu, wilayah Samalaju mencatat API 152 dan Sibu berada di nomor 151. Sementara itu, Miri mencatat nomor terendah di antara sembilan wilayah terdampak tersebut dengan indeks 133.
Sebagai informasi, pengelompokkan API menetapkan nomor 0 hingga 50 sebagai kualitas udara baik, dan 51 hingga 100 sebagai kategori sedang. Angka 101 hingga 200 tergolong tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 diklasifikasikan sebagai berbahaya.
Data kualitas udara ini diperbarui setiap jam melalui 68 stasiun pemantauan nan tersebar di seluruh Sarawak. Meski jumlah wilayah terdampak menurun, otoritas setempat terus memantau pergerakan kabut asap lintas pemisah nan tetap memengaruhi kesehatan lingkungan di wilayah tersebut. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·