Ada MRT, Kawasan Bundaran HI Disulap Bak di Singapura

58 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta bakal mempunyai konektivitas transportasi bawah tanah nan menghubungkan stasiun MRT Jakarta dengan area komersial di sekitarnya. Konsep tersebut menyerupai sistem konektivitas transportasi publik di sejumlah kota besar seperti Singapura, di mana stasiun MRT terintegrasi langsung dengan pusat perbelanjaan dan area bisnis.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Ferdiansyah Roestam mengatakan pembangunan Extended Concourse di Bundaran HI merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mengurangi perlintasan pejalan kaki dengan kendaraan di permukaan.

"Ideanya bukan milik Indonesia, idenya milik seluruh dunia. Bagaimana mengurangi perlintasan sebidang agar orang-orang bisa lebih safe, lebih nyaman, dan tidak crossing di dalam perlintasan sebidang dengan kendaraan bermotor," kata Ferdiansyah di Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Konsep konektivitas bawah tanah tersebut telah lama diterapkan di beragam kota dunia. Ia mencontohkan area di Singapura nan menghubungkan pusat perbelanjaan dengan jaringan transportasi publik melalui jalur bawah tanah.

"Kalau bisa bikin layering, bikinlah layering. Kita terbiasa mungkin beberapa rekan-rekan memandang Singapura mungkin gitu ya dari Raffles City sama Ion (Orchard) gitu ya, semuanya lewat bawah," ujarnya.

Konsep serupa mulai diwujudkan di Bundaran HI melalui Extended Concourse. Jalur tersebut tidak hanya berfaedah sebagai akses keluar-masuk stasiun, tetapi juga disiapkan menjadi ruang publik dan komersial. Pembangunan konektivitas bawah tanah di Bundaran HI bukan merupakan tahap akhir. Pemprov DKI Jakarta disebut tengah menyiapkan perencanaan nan lebih besar untuk menghubungkan lebih banyak kawasan.

"Kalau ini hanya barat dan timur, kelak kuadrannya bakal tersambung apalagi utara-selatan ya, di khususnya di area Bundaran HI," katanya.

Extended Concourse di bawah perut Bundaran HI terus dikebut dan bakal menjadi penghubung bawah tanah, Rabu (19/8/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Extended Concourse di bawah perut Bundaran HI terus dikebut dan bakal menjadi penghubung bawah tanah, Rabu (19/8/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Extended Concourse di bawah perut Bundaran HI terus dikebut dan bakal menjadi penghubung bawah tanah, Rabu (19/8/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat interkoneksi antarkuadran di area perkotaan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu selalu kembali ke permukaan untuk beranjak dari satu area ke area lainnya. Bundaran HI menjadi salah satu area nan secara perencanaan dinilai paling siap untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun, dia menegaskan pengembangan tersebut tetap kudu mengikuti perencanaan perincian nan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Muncul pertanyaan mengenai kemungkinan MRT Jakarta mempunyai terowongan langsung menuju pusat perbelanjaan besar seperti Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Ferdiansyah tidak menyebut adanya kepastian mengenai hubungan langsung ke kedua pusat perbelanjaan tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa konsep interkoneksi dengan area komersial merupakan bagian dari perencanaan pengembangan TOD nan lebih luas.

Dengan konsep ini, Extended Concourse diharapkan bukan sekadar menjadi jalur perpindahan penumpang MRT, melainkan destinasi baru nan menggabungkan transportasi, ruang publik dan aktivitas komersial. Konektivitas tersebut pada akhirnya juga dapat memberikan nilai tambah bagi properti di sekitar kawasan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu developer apalagi bersedia memundurkan area setback propertinya hingga 80 sentimeter untuk memberikan ruang pedestrian nan lebih nyaman di sekitar Extended Concourse.

"Jadi sekarang rupanya kami dan MRT ketemu dengan paradigma baru. Para pengembang-pengembang top tier ini mereka sekarang berkompetisi pride-nya gitu ya 'saya mau kontribusi sama publik servis nan lebih layak lantaran ujung-ujungnya orang bakal masuk ke properti saya lebih nyaman'," ujarnya.

Sementara itu, Department Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda) Ricky Agung Kresna Putra menjelaskan, area Extended Concourse bakal mempunyai kegunaan komersial sekaligus ruang publik. MRT menyiapkan area untuk F&B, specialty store, UMKM, brand activation, co-branding, hingga aktivitas seperti pameran seni dan pertunjukan.

"Kita punya Dukuh Atas seperti brand activation, di Blok M Hub, di stasiun-stasiun kami lainnya. Kami mau membangun perihal nan sama, tapi memang ini bakal lebih konsepnya bakal lebih berbeda lantaran memang ini adalah perihal baru," kata Ricky.

Masyarakat juga nantinya dapat menggunakan sejumlah area untuk aktivitas komunitas. Konsep tersebut sebelumnya telah diterapkan MRT di sejumlah stasiun melalui ruang imajinatif dan area aktivasi.

"Memang di kami tadi juga sudah diinfokan ya bahwa kita punya area nan memang bakal kami gunakan untuk space exhibition alias seni pertunjukan," katanya.

Keberadaan ruang tersebut tidak semata-mata untuk mengejar aktivitas komersial. MRT juga mau membangun pengalaman baru bagi pengguna transportasi publik. Konsep Extended Concourse juga dirancang agar masyarakat tidak hanya melangkah melintasi area tersebut. MRT menyiapkan sejumlah ruang nan memungkinkan pengguna berakhir sejenak, duduk, menunggu alias melakukan aktivitas lain.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya