Adegan akhir Shang-Chi emosional tapi juga bermasalah, ini alasannya

  • Whatsapp

Adegan akhir konflik antara Shang-Chi dan ayahnya, Wenwu mengambil dua babak yang berbeda dalam film.

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings dianggap memiliki masalah pada bagian adegan akhir film. Film yang memperkenalkan pahlawan tituler Shang-Chi (Simu Liu) ini menampilkan pertempuran antara The Ten Rings, Xu Wenwu dengan masyarakat desa Ta Lo.

Untuk sebagian besar film, diceritakan bahwa antagonis utama adalah Xu Wenwu (Tony Chiu-Wai Leung), ayah dari Shang-Chi dan Xialing (Meng’er Zhang). Namun menuju akhir film, semakin jelas kalau antagonis sebenarnya adalah Dweller in Darkness, makhluk yang disembunyikan oleh penduduk desa Ta Lo untuk mencegah malapetaka di dunia.

Konflik antara Shang-Chi dan Wenwu mengambil dua babak yang berbeda dalam film. Untuk babak pertama, pertikaian dalam hubungan yang rumit antara ayah dan anak. Bukan hal yang umum lagi, kalau adegan ini patut dipuji karena berhasil menampilkan pertempuran yang penuh emosi.

Pada babak kedua, Dweller in Darkness mulai muncul dan adegan beralih ke pertempuran CGI. Peralihan ini menciptakan kontras tajam yang mungkin menghilangkan faktor yang membuat film ini dipuji. Bukannya pertarungan terakhir tidak mengasyikkan, tetapi susunan adegannya seperti mengorbankan dinamika keluarga yang kompleks dan inilah yang dianggap bermasalah oleh para kritikus. 

Marvel dikenal dengan adegan pertempuran CGI-nya yang epik dan menakjubkan, seperti Endgame yang dieksekusi dengan baik, pertarungan Avengers dengan Chitauri, atau dalam film Black Panther yang bahkan mendapat rating 96% di Rotten Tomatoes berkat penggunaan CGI-nya.

Terlepas dari itu, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings berpotensi mendapatkan panggungnya sendiri di MCU. Sebagai film MCU dengan orientasi Asia pertama, Shang-Chi akan membuka gerbang bagi pahlawan super lainnya di luar Barat.

Pos terkait