Presiden Prabowo Subianto (tengah) memimpin rapat berbareng Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kiri) di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatanm Palembang(ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr)
PENGAMAT kebijakan publik Agus Pambagio menanggapi ketidakhadiran Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Agus menyoroti ketidakhadiran Raja Juli saat Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana.
Menurut Agus, dalam situasi darurat karhutla, Raja Juli semestinya selalu sigap dan siaga mendampingi Presiden Prabowo guna memberikan penjelasan teknis mengenai kondisi di lapangan.
"Dia (Menhut) kudu ada. Dia 24 jam kudu ada di samping presiden untuk memberikan penjelasan kenapa ini, kenapa begitu. Ya tentu stafnya nan kudu juga mendukung," ujar Agus di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Agus juga mempertanyakan efektivitas sistem pemantauan karhutla nan dimiliki Kementerian Kehutanan. Ia mengingatkan bahwa sejak peristiwa kebakaran dahsyat pada 2014–2015, Kementerian Kehutanan telah dilengkapi akomodasi war room nan terkoneksi dengan tiga satelit pemantau titik api (hotspot).
Sistem tersebut semestinya dapat mendeteksi keberadaan api mini di area lahan gambut maupun rimba secara sigap sebelum meluas dan memicu kehancuran ekosistem serta hewan setempat.
"Makanya saya nggak tahu apakah di war room-nya Kementerian Kehutanan itu tetap ada. Dulu ada tiga satelit nan mengontrol sejak kebakaran 2014–2015, itu terkontrol. Jadi ada api mini bisa segera dipadamkan. Nah sekarang saya nggak tahu, lantaran itu kan gambut, ada nan hutannya udah habis. Kalau lihat di media kan merah semua itu," jelasnya.
Ia mendesak agar jejeran Kementerian Kehutanan berbareng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak sigap dan memberikan info terkini kepada Presiden Prabowo.
"Ya nan tanggung jawab ya Menhut. Iya, kudu dampingi Presiden untuk penanganan musibah ini. Sama tentu BNPB, ya," kata Agus. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·