AI Percepat Produksi Video, Peran Kreator Tak Sepenuhnya Tergantikan 

1 jam yang lalu 1
AI Percepat Produksi Video, Peran Kreator Tak Sepenuhnya Tergantikan  Ilustrasi(Magnific)

TEKNOLOGI kecerdasan buatan (AI) sekarang semakin banyak digunakan dalam produksi konten digital, mulai dari pembuatan suara, gambar, hingga video. 

Perkembangan tersebut membikin sejumlah tahapan produksi nan sebelumnya dikerjakan secara manual sekarang dapat dibantu teknologi. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai gimana peran kreator digital ketika AI semakin terlibat dalam proses produksi konten. 

Peran AI dalam Proses Produksi

1. AI Kreatif

AI membantunya mengembangkan ide, mempercepat alur kerja kreatif, serta menyederhanakan sejumlah tugas produksi. Efisiensi tersebut membuatnya dapat lebih memusatkan perhatian pada penceritaan dan pengarahan kreatif. 

2. Membantu proses produksi dan penyuntingan

AI dapat membantu menyusun klip dalam timeline, serta menambahkan judul, narasi, dan audio. Teknologi ini juga memungkinkan sejumlah proses penyuntingan dilakukan melalui perintah teks. 

3. Pengolahan audio

AI dapat menghasilkan pengaruh bunyi dari penjelasan teks, menyesuaikannya dengan adegan, serta membantu membersihkan dialog, mengurangi bunyi latar, mengatur volume musik, dan menyesuaikan lama musik dengan video. 

Nasib Konten Kreator

Adanya Fitur AI dalam teknologi tidak menghilangkan peran pembuat digital. AI lebih banyak digunakan sebagai perangkat untuk mempercepat pekerjaan dan mengurangi tugas nan menyantap waktu dalam proses kreatif.

Dikutip dari penelitian Adobe pada 2026, AI digunakan pekerja imajinatif pada sejumlah bagian dalam alur kerja, termasuk pekerjaan awal dan pascaproduksi. Sementara itu, pekerjaan seperti memilih hasil, mengarahkan proses, berkomunikasi dengan klien, dan menentukan pertanggungjawaban atas karya tetap memerlukan keterlibatan manusia. 

Hasil nan dibuat dengan support AI juga belum tentu dapat langsung digunakan. Karena tetap memerlukan penilaian dan penyuntingan manusia. 

Para pekerja imajinatif dalam penelitian tersebut menilai aspek seperti kreativitas, orisinalitas, selera, empati dan tujuan dari sebuah karya tetap menjadi bagian krusial nan tidak sepenuhnya dapat dialihkan kepada AI. 

AI dalam produksi konten lebih tepat dipandang sebagai kerjasama antara teknologi dan kreator, bukan penggantian pembuat sepenuhnya. 

AI dapat menangani sebagian pekerjaan teknis dan berulang, sedangkan pembuat tetap berkedudukan dalam mengarahkan teknologi, mengevaluasi hasil, melakukan koreksi, serta memastikan karya mempunyai identitas dan tujuan nan jelas. (Adobe/Z-2)

Selengkapnya