Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tuduhan Amerika Serikat (AS) mengenai praktik transshipment alias pengalihan pengiriman peralatan China ke Negeri Paman Sam melalui Indonesia tidak bakal mengganggu perjanjian tarif jual beli kedua negara.
Airlangga juga menilai laporan tersebut tidak bakal memengaruhi penerapan Agreement on Reciprocal Trade (ART) nan telah disepakati Indonesia dan AS.
"Sepertinya tidak bakal mempengaruhi ART," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Airlangga, kesepakatan ART antara Indonesia dan AS pada dasarnya telah ditandatangani kedua pihak. Adapun, proses nan tetap melangkah berangkaian dengan penyempurnaan ketentuan di bawah sistem Section 301 AS.
Terkait dengan tudingan transshipment, Airlangga menjelaskan pemerintah tetap memonitor perkembangan laporan dari Gedung Putih tersebut. Dia pun menegaskan bahwa tuduhan nan menyebut Indonesia menjadi jalur transshipment tidak sesuai fakta.
"Kan belum ada langkah apa-apa, jadi kita monitor saja. Tapi apa nan disampaikan kan tidak sesuai dengan faktanya nan ada," tegas Airlangga.
Beberapa waktu lalu, Gedung Putih merilis laporan berjudul The Great Transhipment Scam. Laporan ini menyebut Indonesia termasuk ke dalam jaringan shadow transshipment network berbareng sejumlah negara lain seperti Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·