Aksi keberlanjutan butuh kolaborasi

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Ketua National Center for Sustainability Reporting, Dr. Ali Darwin mengatakan bahwa aksi keberlanjutan atau sustainibility, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan agar berhasil.

“Aksi tersebut perlu diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Kami mengapresiasi perusahaan yang telah berupaya untuk terus menjunjung tinggi transparansi melalui pembuatan laporan keberlanjutan dan mendorong peningkatan baik kuantitas maupun kualitas laporan,” kata Ali dalam siaran pers pada Selasa.

Hal itu disampaikan Ali terkait raihan Danone-AQUA tahun 2019-2020 untuk kategori emas pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021 yang diselenggarakan pada Rabu (17/11) di Jakarta.

Baca juga: Menteri LHK sebut bisnis yang bermasa depan adalah yang berkelanjutan

Laporan yang disusun menggunakan kerangka kerja standar Global Reporting Initiative (GRI) menghimpun berbagai usaha Danone-AQUA dalam pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat dan internal perusahaan, serta pelibatan berbagai sektor dalam mendukung Pemerintah untuk pencapaian target SDGs di Indonesia.

Dalam Laporan Keberlanjutan yang berjudul “Menjaga Kebaikan untuk Indonesia yang Lestari”, Danone-AQUA kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan serta Good Corporate Governance dengan memberikan transparansi dari setiap aspek operasionalnya. Melalui Laporan Keberlanjutan ini, Danone-AQUA memaparkan visi, strategi, hingga capaian kinerja keberlanjutannya selama dua tahun terakhir.

“Melalui Laporan Keberlanjutan yang kami luncurkan ini, kami berharap dapat memberikan informasi secara transparan kepada para pemangku kepentingan tentang sejauh mana pencapaian inisiatif keberlanjutan tersebut serta dampaknya di seluruh rantai bisnis kami,” kata VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan 17 tujuan besar dan 169 target dari agenda SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional di tahun 2020-2024.

Hal ini menunjukkan bahwa agenda SDGs bukan hanya sekadar menjadi komitmen global, namun menjadi panduan untuk Indonesia menerapkan program pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu mitra dalam inisiatif menjaga keberlanjutan sumber daya air, Ahli Hidrogeologi, Departemen Teknik Geologi, Universitas Gajah Mada, Heru Hendrayana mengatakan bahwa kerja sama UGM dan Danone AQUA dalam penelitian Hidrogeologi telah memberikan dampak positif kepada kepada para pengguna air.

“Pengguna air mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang benar bagaimana menjaga dan melestarikan sumber daya air, serta mengetahui bagaimana kondisi dan keberadaan sumber daya air di daerahnya sehingga mereka menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya air berkelanjutan.”

Menurut Heru, hal tersebut berdampak pada terjaganya sumber-sumber air dan lingkungannya, serta meningkatnya aktivitas atau kegiatan program perlindungan terhadap lingkungan seperti penghijauan, pembersihan sampah, dan restorasi sungai.

Baca juga: Bisnis berkelanjutan cara perkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia

Baca juga: BMW targetkan bisnis berkelanjutan terintegrasi di semua divisi

Baca juga: Pertamina raih pengakuan internasional atas bisnis berkelanjutan

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait