Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Berangkat Bertahap ke Jakarta, Siap Ikuti Aksi 27 Agustus

2 jam yang lalu 4
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Berangkat Bertahap ke Jakarta, Siap Ikuti Aksi 27 Agustus Bus rombongan personil AMPB nan bakal menggelar tindakan demontrasi di depan gedung DPR di Jakarta dilempar batu di ruas Tol Jakarta-Cikampek.(MI/Akhmad Safuan )

RATUSAN penduduk Kabupaten Pati nan tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mulai bergerak menuju Jakarta secara berjenjang untuk mengikuti tindakan unjuk rasa nan dijadwalkan berjalan pada 27 Agustus 2026.

Sejumlah peserta berangkat menggunakan sedikitnya empat bus dari Pati dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Mereka bakal berasosiasi dengan massa dari beragam wilayah untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Koordinator AMPB Supriyono namalain Botok berbareng Teguh Istiyanto memimpin keberangkatan rombongan dari Kabupaten Pati pada Minggu (23/8). Sebagian peserta disebut telah tiba di Jakarta dan bersiap mengikuti tindakan pada Kamis (27/8).

Dalam tindakan tersebut, AMPB membawa tuntutan mengenai pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengawal penyampaian aspirasi masyarakat Pati. Ia juga mengimbau agar tindakan berjalan tertib serta aspirasi disampaikan secara baik dan santun.

Menurut Taj Yasin, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari proses kerakyatan dan diyakini bakal mendapatkan ruang perbincangan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Supriyono namalain Botok membenarkan bahwa peserta tindakan dari Pati dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah telah berada di Jakarta. Ia menegaskan massa tetap berkomitmen mengikuti tindakan sesuai agenda nan telah direncanakan.

“Alhamdulillah, kami sudah sampai Jakarta dan bersiap untuk menggelar tindakan unjuk rasa dengan tuntutan pengesahan UU Perampasan Aset,” ujar Botok.

Klaim Intimidasi dalam Perjalanan

Dalam keterangannya, Botok juga mengungkap adanya sejumlah hambatan nan dialami peserta sebelum dan selama perjalanan menuju Jakarta.

Ia mengatakan beberapa perusahaan otobus nan sebelumnya telah dipesan oleh peserta dari Pati dan Jepara secara tiba-tiba membatalkan keberangkatan dan mengembalikan duit muka. Menurut Botok, pihak perusahaan bus mengaku mendapat telepon dari kepolisian agar tidak mengangkut peserta tindakan ke Jakarta.

Kendala lain disebut terjadi saat salah satu bus melintas di Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di sekitar Kilometer 56, wilayah Karawang, Jawa Barat. Botok menyatakan bus tersebut dilempari batu dari arah jembatan hingga mengenai kaca bagian depan.

“Saya duduk dekat pengemudi dan sempat kaget. Menurut rekan-rekan, pelaku pelemparan mengenakan busana hoodie,” katanya.

Selain itu, Botok mengungkapkan bahwa rekening nan disebut berisi biaya pribadi dan bantuan dengan total sekitar Rp80,9 juta sempat diblokir. Ia mengatakan pihak bank kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menyebut pemblokiran tersebut dilakukan atas permintaan abdi negara penegak hukum.

Meski menghadapi sejumlah kendala, AMPB menyatakan tidak bakal mengurungkan niat untuk menyampaikan aspirasi. Mereka memastikan peserta dari Pati tetap bersiap mengikuti tindakan di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Botok menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan corak penyampaian aspirasi masyarakat dan meminta agar peserta tidak dipandang sebagai golongan kriminal.

“Kami bukan teroris dan bukan pelaku kriminalitas. Kami hanya menyampaikan aspirasi dan kehendak rakyat untuk kebaikan bangsa ini,” ujarnya. (AS/E-4) 

Selengkapnya