Angka Perceraian di Tangsel Tinggi, LK3 Tekankan Pentingnya Layanan Konseling Kesejahteraan Keluarga

1 jam yang lalu 2
Angka Perceraian di Tangsel Tinggi, LK3 Tekankan Pentingnya Layanan Konseling Kesejahteraan Keluarga Ilustrasi(Dok Istimewa)

MARAKNYA kasus perceraian di Indonesia, khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nan mencatatkan 2.128 perkara, akibat pemicu utama perselisihan terus-menerus dan persoalan ekonomi, menjadi perhatian Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kota Tangerang Selatan.

Kepada wartawan hari ini di Tangsel,Ketua LK3 Kota Tangsel, Abdul Hamim Jauzie, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Menurutnya, tingginya angka perceraian bukan sekadar persoalan norma di Pengadilan Agama, melainkan sinyal kuat perlunya penguatan ketahanan family di tingkat akar rumput.

"Perceraian adalah puncak dari gunung es persoalan keluarga. Ketika aspek ekonomi dan bentrok berkepanjangan menjadi pemicu dominan, ini menunjukkan bahwa banyak pasangan suami istri nan kesulitan menemukan ruang mediasi informal alias pengarahan dalam menyelesaikan krisis rumah tangga mereka," ujar Abdul Hamim Jauzie saat memberikan tanggapan mengenai info tingginya prosentasi perceraian di Tangsel tersebut.

Hamim menjelaskan bahwa persoalan ekonomi kerap kali memicu tekanan psikologis tinggi nan berujung pada pertengkaran dahsyat dan ketidakharmonisan. Namun, banyak bentrok sebenarnya tetap bisa dimitigasi jika pasangan mendapatkan pendampingan psikologis, sosial, maupun manajemen bentrok sejak dini.

Oleh lantaran itu, LK3 Tangsel mendorong pentingnya langkah preventif dan intervensi awal untuk menekan nomor perceraian di wilayah Tangerang Selatan. Upaya ini dapat diawali dengan penguatan konseling pra-nikah dan pasca-nikah, di mana calon maupun pasangan suami istri dibekali kesiapan mental, komunikasi efektif, serta pengelolaan finansial family di samping pemahaman kepercayaan dan hukum.

Selain itu, pembukaan akses jasa konseling nan inklusif sangat diperlukan agar masyarakat terdorong memanfaatkan lembaga konsultasi family seperti LK3 sebelum mengambil keputusan untuk berpisah di pengadilan. Seluruh langkah ini bakal melangkah optimal melalui kerjasama erat antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, tokoh masyarakat, dan lembaga konsultasi dalam menghadirkan program edukasi ketahanan family di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

"Di LK3, kami siap datang sebagai ruang kondusif bagi masyarakat Tangsel untuk berbincang dan mencari jalan keluar atas bentrok keluarga. Kita mau memastikan bahwa opsi perceraian bukanlah langkah pertama, melainkan pilihan paling akhir setelah seluruh upaya pemulihan hubungan diusahakan," kata Hamim.

Melalui langkah berbareng dan kepedulian sosial nan tinggi, diharapkan ketahanan family di Kota Tangerang Selatan dapat terus diperkuat sehingga nomor perceraian dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.

Masyarakat nan memerlukan konsultasi dapat menghubungi LK3 Kota Tangerang Selatan nan berkantor di Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan. (H-2)

Selengkapnya