Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan bahwa market share pembiayaan kendaraan listrik (EV) sudah 25%. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi pasar pembiayaan kendaraan listrik sudah semakin besar dan perusahaan multifinance kudu ikut masuk dalam ekosistemnya.
Kendati demikian, Suwandi mengingatkan agar industri kudu tetap hati-hati, lantaran value alias nilai nilai jual kendaraan listrik tetap susah diprediksi.
Sikap hati-hati ini diperlukan, mengingat akibat penurunan nilai jual jejak nan sigap dan potensi kerugian nan besar akibat kerusakan pada komponen baterai tetap memungkinkan terjadi.
"Tapi memang ini adalah green financing nan didorong oleh OJK, melalui POJK-nya sendiri, kita juga kudu mulai menata diri dan mulai masuk ke konsep green financing ini," jelas dia dalam Multifinance CEO Gathering with OJK bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko," di Parle Senayan, Selasa (11/8/2026).
Suwandi pun mengakui perubahan teknologi sekarang semakin besar. Dan dia memandang dalam lima tahun terakhir, kendaraan listrik menjadi satu perihal nan paling menarik. Sehingga tidak heran jika banyak perusahaan pembiayaan mulai masuk menggarap kendaraan listrik.
"Dan ini mungkin teman-teman dari multi finance nan membiayai mobil listrik, motor listrik ini kudu ada sedikit semacam perubahan secara pandai. Kemudian juga saya lihat ini tadi mobil listrik sudah masuk juga ke mobil niaga, bukan hanya ke mobil penumpang ya sekarang ini. Jadi mungkin itu juga menjadi bagian nan menjadi perhatian juga dari multi finance," pungkasnya.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

59 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·