Kelompok Houthi di Yaman.(Anadolu)
PEMERINTAH Arab Saudi menyambut baik pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) nan mengecam serangkaian serangan golongan Houthi terhadap wilayah kerajaan serta kapal-kapal jual beli di perairan regional. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan dukungannya atas sikap tegas badan bumi tersebut pada Sabtu (8/8).
Dalam pernyataan resminya, DK PBB mengutuk keras serangan rudal Houthi ke wilayah Arab Saudi nan terjadi sejak 13 Juli. Selain itu, DK PBB juga menyoroti serangan terhadap kapal-kapal jual beli nan berjalan sejak 22 Juli, nan dinilai menakut-nakuti stabilitas keamanan navigasi maritim internasional.
Riyadh menekankan pentingnya kepatuhan terhadap norma internasional dan penyelenggaraan resolusi Dewan Keamanan nan relevan, khususnya Resolusi 2216. Resolusi tersebut merupakan instrumen kunci nan menyerukan penghentian bentrok di Yaman serta penghormatan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga meminta masyarakat internasional untuk lebih tegas dalam memastikan penerapan resolusi-resolusi mengenai bentrok Yaman. Riyadh menilai tindakan Houthi tidak hanya menakut-nakuti keamanan regional, tetapi juga menghalang upaya perdamaian dan keselamatan transportasi perdagangan global.
Terkait aspek pertahanan, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional. Kerajaan menyatakan mempunyai kewenangan untuk mengambil tindakan memihak diri sesuai norma internasional andaikan terjadi serangan nan menyasar penduduk negara, sumber daya, maupun akomodasi vital negara.
Di sisi lain, Riyadh kembali menyatakan dukungannya terhadap pemerintah Yaman nan sah. Arab Saudi terus mendorong upaya utusan unik Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman dalam mencapai solusi politik nan komprehensif demi terciptanya perdamaian dan stabilitas di area tersebut.
Langkah diplomatik ini menunjukkan upaya berkepanjangan Arab Saudi dalam memberikan tekanan internasional terhadap golongan Houthi, sembari tetap mengedepankan sistem politik dan perlindungan jalur pelayaran internasional sebagai prioritas utama. (Anadolu/Fer/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·