Mikel Arteta(https://www.instagram.com/mikelarteta)
PELATIH Mikel Arteta menegaskan suporter Arsenal tidak perlu mencemaskan masa depannya di klub meski kontraknya berbareng The Gunners memasuki tahun terakhir.
Arteta sukses mengakhiri penantian 22 tahun Arsenal untuk menjuarai Liga Primer Inggris pada Mei lalu. Pelatih asal Spanyol itu kemudian diperkirakan mendapat perjanjian baru sebagai penghargaan atas keberhasilan tersebut.
Namun, hingga Arsenal bersiap memulai musim 2026-2027 melawan Manchester City pada Community Shield, Minggu (16/8), belum ada tanda-tanda Arteta segera menandatangani perjanjian baru.
Arteta, nan menangani Arsenal sejak 2019, terakhir memperpanjang kontraknya pada 2024. Ia memastikan tidak ada argumen bagi suporter untuk khawatir.
"Mereka tidak perlu mengkhawatirkan perihal itu lantaran saya mau berada di sini. Saya sangat senang dan merasa sangat berterima kasih bisa bekerja dengan orang-orang nan berbareng saya," kata Arteta kepada wartawan, Jumat (14/8).
Arteta mengatakan pembicaraan perjanjian belum menjadi prioritas lantaran Arsenal tengah konsentrasi memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas.
"Selalu ada prioritas lain. Kami semua merasa nyaman bahwa waktu dalam perjanjian bukan masalah," ujarnya.
Arsenal memperkuat skuad juara dengan mendatangkan gelandang Newcastle United Bruno Guimaraes dan penyerang Club Brugge Christos Tzolis. Mereka juga mempermanenkan Piero Hincapie dari Bayern Leverkusen serta merekrut Illan Meslier secara gratis.
Upaya Arteta mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa dan Vinicius Junior dari Real Madrid tidak berhasil. Di sisi lain, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Chelsea masing-masing mengeluarkan 100 juta pound sterling untuk satu pemain pada bursa transfer musim panas.
Meski demikian, Arteta tidak cemas Arsenal kehilangan status sebagai juara akibat aktivitas transfer para pesaingnya.
"Saya sangat senang dengan skuad dan para pemain nan saya miliki. Saya juga sangat senang dengan ambisi klub," kata Arteta.
Ia menegaskan Arsenal bakal tetap menjalankan strategi sesuai keahlian klub untuk bersaing di beragam kompetisi.
"Kami kudu melakukannya dengan langkah kami sendiri. Kami selalu berada di jalur itu dan bakal melakukan apa nan kami yakini sebagai perihal nan tepat untuk mempunyai kesempatan terbaik bersaing di setiap kompetisi," pungkasnya. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·