Ilustrasi.(Magnific)
AMERIKA Serikat membatalkan latihan amfibi skala besar dengan Korea Selatan nan dijadwalkan bulan depan. Langkah ini menjadi penarikan terbaru aset militer AS di Asia menyusul pecahnya perang di Iran.
Latihan nan dikenal sebagai Twin Dragons tersebut biasanya melibatkan ribuan pasukan AS dan Korea Selatan dalam simulasi pendaratan di kota pesisir Korea Selatan. Di masa lalu, latihan nan melibatkan Korps Marinir kedua negara ini bermaksud untuk meyakinkan sekutu atas komitmen Washington di area tersebut.
Pembatalan ini menjadi contoh terbaru dari pergeseran konsentrasi militer AS dari Asia. Pada Maret lalu, lebih dari 2.000 Marinir AS nan ditempatkan di Jepang dipindahkan ke Timur Tengah. Selain itu, Presiden Korea Selatan secara terbuka menentang penarikan aset pertahanan udara AS dari negaranya pada musim semi ini. Kapal induk USS George Washington nan berbasis di Pasifik juga baru saja menggantikan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah setelah dikerahkan selama lebih dari 250 hari.
Militer Seoul pada Senin (24/8) menyatakan bahwa latihan Twin Dragons resmi dibatalkan. Pihak AS telah menginformasikan keputusan ini kepada Korea Selatan sejak Juni, dengan argumen tuntutan kebutuhan di Timur Tengah. Hingga saat ini, Pasukan AS di Korea (USFK) belum memberikan komentar resmi.
Dampak Kebijakan Trump
Sebelum pembatalan ini, Korea Selatan juga mengalami pemotongan mendadak pada latihan Ulchi Freedom Shield musim panas ini. Hal tersebut menyusul perintah Presiden Donald Trump untuk menghentikan latihan lebih awal. Trump menyebut latihan campuran tersebut menyantap biaya besar, tidak tepat, dan provokatif terhadap Korea Utara.
Trump mengeklaim bahwa Korea Utara telah berperilaku tidak menakut-nakuti dan penuh hormat selama masa kedudukan keduanya. Namun, pihak Korea Utara justru mencemooh langkah tersebut dan menyatakan bahwa pengurangan latihan militer tidak bakal menciptakan itikad baik di antara kedua negara.
Di Washington, baik politisi Demokrat maupun Republik telah memperingatkan bahwa penarikan diri dari latihan Ulchi Freedom Shield berisiko merusak aliansi dengan Korea Selatan. Mereka mendesak agar latihan tersebut dipulihkan. Pelatihan nan semula dijadwalkan berjalan selama 11 hari tersebut akhirnya berhujung enam hari lebih sigap pada Jumat lalu.
Rekam Jejak Twin Dragons
Latihan Twin Dragons sebelumnya sempat dihentikan pada tahun 2018 ketika Trump menyerukan pengurangan skala latihan serupa, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada tahun 2023.
Pada tahun berikutnya, latihan campuran ini menampilkan kekuatan besar nan melibatkan lebih dari 13.000 personel, lebih dari 20 kapal angkatan laut, 30 pesawat, dan 40 kendaraan serbu amfibi. Menurut Angkatan Laut AS, latihan tersebut juga mencakup operasi berbasis darat nan dirancang untuk melatih keahlian dalam melumpuhkan kekuatan musuh. (The Wall Street Journal/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·