Jakarta, CNN Indonesia --
Johor Darul Ta'zim (JDT) sekarang dikenal sebagai salah satu klub terkuat dan besar di Asia Tenggara. Namun, rupanya kesuksesan tersebut tidak datang dalam waktu singkat. JDT pernah berada dalam kondisi jauh berbeda, apalagi lahir di stadion bobrok sebelum akhirnya berubah menjadi klub nan bisa menahan seri Chelsea 3-3.
JDT membuat kejutan saat menahan seri Chelsea 3-3 dalam laga uji coba di Stadion Sultan Ibrahim, Minggu (9/8) malam WIB.
Southern Tigers apalagi bisa tiga kali mencetak gol dan memberikan perlawanan sengit kepada klub asal Inggris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JDT membuka kelebihan melalui Arif Aiman pada menit ke-14. Chelsea kemudian menyamakan skor lewat penalti Liam Delap pada menit ke-42.
Delap kembali mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-62 untuk membawa Chelsea unggul 2-1. Namun, JDT langsung merespons. Oscar Arribas menyamakan skor menjadi 2-2 lewat tendangan bebas tiga menit kemudian.
Bergson kemudian membikin JDT kembali unggul 3-2 pada menit ke-86. Sayangnya, kelebihan itu tidak memperkuat hingga akhir setelah bek JDT Cristobal Marquez mencetak gol bunuh diri. Pertandingan pun berhujung 3-3.
Mampu menahan Chelsea 3-3 menjadi gambaran gimana JDT berkembang dalam 13 tahun terakhir. JDT pun sekarang menjadi sorotan dan sejarah berdiri klub diungkap seperti nan diberitakan Observer.
Perubahan besar JDT terjadi pada 2013 saat Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim, tertarik menyelamatkan sepak bola Johor setelah mendapat permintaan dari para penggemar. Saat itu, JDT tetap jauh dari kondisi seperti sekarang.
Alistair Edwards nan pernah membantu JDT mengalirkan gelar juara Liga dan Piala Malaysia pada 1991 menggambarkan kondisi klub pada masa lalu.
"Stadionnya agak tua dan bobrok. Kami berlatih di lapangan terbuka, dan Anda kudu membawa handuk dan menyiram diri sendiri setelahnya. Dari segi fasilitas, sangat berbeda," kata Edwards dikutip dari Observer.
Menurut Edwards, ketika Tunku Ismail mulai terlibat pada 2013, kondisi klub tetap sama seperti dua dasawarsa sebelumnya.
"Pada tahun 2013 ketika Putra Mahkota mulai berasosiasi dengan klub, situasinya persis sama seperti ketika saya berumur 20 tahun. Dia memulai semuanya dari nol," kata Edwards.
Kini, JDT telah mempunyai akomodasi latihan modern, termasuk treadmill anti-gravitasi dan pod terapi oksigen. Stadion Sultan Ibrahim berkapasitas 40.000 penonton juga telah berdiri sejak 2020.
Transformasi tersebut membikin JDT menjadi salah satu klub paling dominan di ASEAN. Mereka sukses memenangkan Liga Malaysia secara beruntun sejak 2014 hingga musim 2025/2026.
(rhr/rhr/jun)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·