Awas Perang! China-Jepang Memanas Usai Insiden di Pulau Sengketa

3 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China dan Jepang saling mengeluarkan jenis berbeda mengenai kejadian nan melibatkan kapal penjaga pantai kedua negara dan sebuah kapal nelayan Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku pada Selasa (7/7/2026). Insiden tersebut kembali memanaskan sengketa wilayah nan telah berjalan selama puluhan tahun.

Perairan di sekitar Kepulauan Senkaku, nan diklaim Beijing sebagai Kepulauan Diaoyu, telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik antara dua negara. Mengutip Reuters, Penjaga Pantai China menyatakan telah mengusir sebuah kapal nelayan Jepang nan disebut memasuki wilayah nan diklaimnya sebagai perairan teritorial.

"Armada nelayan tersebut telah secara terlarangan memasuki wilayah perairan teritorial kami di gugusan pulau tersebut," demikian pernyataan Penjaga Pantai China, dikutip Rabu (8/7/2026).

Namun, Penjaga Pantai Jepang langsung membantah klaim tersebut. Tokyo menyatakan justru dua kapal Penjaga Pantai China nan memasuki perairan di sekitar Senkaku pada Selasa pagi sebelum akhirnya diusir ketika mendekati sebuah kapal nelayan Jepang nan diawaki dua orang.

Menurut Jepang, manuver kapal Penjaga Pantai China di sekitar Senkaku melanggar norma internasional. Tokyo menegaskan bakal terus mengambil langkah untuk menjaga wilayah nan diklaimnya sebagai bagian dari kedaulatan Jepang.

"Jepang bakal terus merespons secara tenang dan tegas berasas norma internasional dan norma domestik," demikian pernyataan Penjaga Pantai Jepang.

Sengketa atas kepulauan tak berpenghuni tersebut telah berjalan selama puluhan tahun. Jepang menyatakan Senkaku menjadi bagian wilayahnya sejak 1895 berasas norma internasional. Sebaliknya, China menyatakan pulau-pulau nan disebutnya sebagai Diaoyu itu merupakan wilayah historisnya sejak era Dinasti Ming.

Perselisihan kedua negara semakin intens setelah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1969 mengungkap potensi persediaan minyak dan gas dalam jumlah besar di sekitar perairan tersebut. Sejak itu, wilayah tersebut kerap menjadi titik gesekan antara kapal pemerintah maupun kapal nelayan dari kedua negara.

(tps/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya