Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan industri panel surya tetap berjuntai pada impor komponen. Padahal, Indonesia mempunyai sumber daya melimpah untuk bahan baku pembuatan komponen panel surya tersebut.
Kondisi tersebut membikin Indonesia belum bisa mengendalikan struktur biaya produksi daya terbarukan secara mandiri.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa kebanyakan akomodasi manufaktur panel surya nan ada saat ini hanya melakukan proses perakitan. Ia menegaskan bahwa penguasaan rantai pasok komponen sangat krusial agar Indonesia bisa menciptakan nilai tambah dari kekayaan mineralnya sendiri.
"Solar panel, solar panel kita ini, pabrik nan ada disini semuanya hanya pabrik perakitan. Padahal solar panel itu, lakukan 87% komponennya semua kita punya," ungkap Todotua dalam aktivitas Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, Indonesia sebenarnya mempunyai nyaris seluruh material dasar nan dibutuhkan untuk memproduksi panel surya, mulai dari silika, timah, bauksit, hingga tembaga. Namun, lantaran belum adanya industri pengolahan komponen inti, material tersebut kudu didatangkan dari luar negeri sehingga membebani biaya produksi daya surya nasional.
"Silikanya kita ada, timahnya kita ada, bauksitnya kita ada, tembaganya kita ada, semuanya Pak. Tapi lantaran kita tetap hanya perakitan, material komponennya kita tetap impor," jelasnya.
Tidak adanya kendali terhadap struktur biaya ini berkapak pada nilai jual listrik tenaga surya nan susah bersaing dengan keahlian beli PT PLN (Persero). Pemerintah mendorong percepatan hilirisasi komponen agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi teknologi asing tetapi menjadi produsen nan kompetitif.
"Kita gak bisa mengendalikan cost. Bagaimana caranya jika kita gak bisa mengendalikan cost, we can't manage daripada produksi daya itu sendiri," pungkasnya.
Dalam catatannya, Indonesia saat ini sudah sukses memproduksi 60% komponen panel surya dalam negeri. Hal itu didukung oleh kesiapan bahan baku industri panel surya seperti silika, bauksit, tembaga, dan timah.
Komponen panel surya nan tersedia di dalam negeri ialah aluminium frame, front & back glass, EVA/POE, solar cell, hingga junction box.
Sedangkan komponen panel surya nan tetap belum tersedia di dalam negeri dan tetap diimpor ialah ribbon dan silicon.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·