Bahlil Ibaratkan Kondisi Sakit Malarian: Pagi Sembuh, Siang Sakit Lagi

2 minggu yang lalu 11
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengibaratkan kondisi geopolitik mirip sakit malaria. Di mana, perdamaian tetap belum ada kepastian.

"Saya mengumpamakan itu seperti malaria, pagi sembuh siangnya naik (sakit) lagi, malamnya turun lagi. Malaria itu ada tresiana dan malaria tropika, jadi model kaya busung lapar, jika pagi sembuh, siang keringat dingin,"

"Kira-kira itu geopolitik sekarang," terang Bahlil dalam Energy Forum CNBC Indonesia, di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bahlil pun menyatakan, bahwa kondisi geopolitik saat ini tidak ada kepastian. Bahkan, susah untuk mencari rujukan atas kepastian tersebut.

"jadi hari ini bisa damai, sudah diteken besok muncul lagi. Jadi dalam kondisi geopolitik seperti ini nan tidak ada kepastian susah bagi kita menjadikan baseline mana jadi rujukan," ungkap Bahlil.

Dalam kondisi tersebut, Bahlil menggambarkan kondisi alias posisi daya di Indonesia. Misalnya saja produksi minyak siap jual alias lifting minyak Indonesia. Gambarannya di tahun 1996-1997 kurang lebih Indonesia bisa melakukan produksi minyak hingga 1,6 juta barel per hari.

"Itu puncak keemasan sektor daya itu dan 43%, APBN kita di tahun 1996 - 1997 itu dari sektor migas ini puncaknya," ungkap Bahlil.

Adapun saat ini, kata Bahlil, lifting minyak Indonesia berada di level 610 ribu barel per hari. Kondisi ini berbalik 100% dari tahun 1996 - 1997.
"Jadi impor kita 1 juta barel, ini lah gara-gara ini geopolitik akhirnya kena kita di sini. Makanya waktu terjadi ketegangan politik sering terjadi Alhamdulilah bapak Presiden punya inisiasi bahwa ada ketegangan politik kita lakukan road show ke AS ke Timur Tengah untuk mengantisipasi ini," tegas Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya