Bahlil Pastikan Kendaraan Roda Dua Tak Kena Pembatasan BBM Pertalite

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite bagi kendaraan roda dua di SPBU. Hal tersebut disampaikan Bahlil usai melakukan rapat berbareng Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Bahlil, sepeda motor tetap dibolehkan membeli BBM Pertalite seperti biasanya tanpa ada pembatasan unik alias larangan baru.

"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh Anda jadiin titel loh hati-hati ya makasih," kata Bahlil di Kemenkeu, Selasa (11/8/2026).

Bahlil menjelaskan, pembatasan nan dimaksud pemerintah berangkaian dengan jenis kendaraan nan dinilai tidak semestinya menggunakan BBM subsidi. Menurutnya, kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz menjadi salah satu contoh kendaraan nan tidak semestinya menggunakan Pertalite.

"Jadi gini, kelak menyangkut pembatasan itu kelak kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu nan dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi," kata Bahlil.

Di tempat nan sama, Purbaya mengatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite, khususnya bagi golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi atas. Salah satu skema nan sedang dipelajari adalah membatasi subsidi bagi masyarakat nan masuk golongan desil 9 dan 10.

Menurut dia, pembatasan tersebut nantinya dapat dilakukan secara bertahap. Adapun, saat ini pihaknya tetap mempelajari sistem nan bakal digunakan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan baik.

"Jadi tadi kita membahas kemungkinan penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk nan tingkat atas, mungkin desil 9, 10 agar kelak berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat memandang sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan begitu," ujarnya.

(ven/ven) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya