Bak Tak Ada Perang, Saat Warga Gaza Rekreasi Penuhi Pantai Kota

2 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Senin waktu setempat untuk menyegarkan diri di tengah musim panas. Pantai ramai bak tak ada perang.

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Senin waktu setempat, untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Bak tak ada perang, publik memadati pantai, seperti hendak berekreasi. Perlu diketahui, akibat bentrok nan berkepanjangan, ruang publik nan kondusif dan layak sekarang sangat terbatas. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Sejumlah warga, termasuk dewasa dan anak-anak, menggunakan kesempatan untuk menyegarkan pikiran di tengah serangan Israel nan tetap terus terjadi. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Beberapa di antaranya apalagi terlihat memanfaatkan ombak untuk bermain selancar. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Pantai pun menjadi satu dari sedikit tempat bagi family dan anak-anak untuk menemukan ketenangan. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Warga Palestina memadati Pantai Kota Gaza pada Minggu (21/6/2026) untuk menyegarkan diri di tengah musim panas nan menyengat. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Dilansir dari Reuters, seorang penduduk berjulukan Ahmed Mukbil menuturkan bahwa keluarganya sengaja datang ke pantai untuk melarikan diri sejenak dari suhu panas ekstrem dan kondisi hidup nan serbaterbatas di kamp pengungsian. (REUTERS/DAWOUD ABU ALKAS)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya