Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Panas bumi Indonesia (API/INAGA), Julfi Hadi buka-bukaan soal potensi besar daya panas bumi (geothermal) di Indonesia. Dengan tercatatnya Indonesia sebagai salah satu negara penghasil panas bumi terbesar, sangat disayangkan jika Indonesia tidak memanfaatkannya dengan maksimal.
"Indonesia mempunyai local resources mempunyai indigenous resources ialah panas bumi nan terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakter nan spesial ialah bisa menjadi base load nan handal. Satu-satunya base load renewable nan ada pada saat ini juga terbarukan, bersih, dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke," ujarnya dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8/2026).
Terlebih lanjutnya dengan kondisi geopolitik saat ini. Dengan percepatan pengembangan daya panas bumi, ketergantungan pemerintah pada daya fosil bisa semakin ditekan.
Selain itu, pemanfaatan daya panas bumi dinilainya juga bisa menjadi pendorong sasaran pertumbuhan ekonomi pemerintah.
"Boost GDP hingga 8% dengan mendorong manufaktur peralatan geothermal di Indonesia bukan lagi di luar negeri dengan mengurangi penggunaan BBM dan mempercepat transformasi dari fosil ke base load geothermal dan mempercepat green economy," ujarnya.
Oleh karena itu, dia pun berambisi Indonesia bisa segera mengakselerasi pemanfaatan 88% persediaan panas bumi nan belum terutilisasi.
"Langkah garang ini absolut diperlukan untuk merealisasikan visi besar Kementerian ESDM nan menjadikan geothermal Indonesia sebagai nomor 1 di bumi pada tahun 2030," terangnya.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·