Bandara Husein Kembali Dibuka, HTWF 2026 Geliatkan Wisata Medis

1 jam yang lalu 1
Bandara Husein Kembali Dibuka, HTWF 2026 Geliatkan Wisata Medis Warga mengunjungi pameran Health dan Travel Wellness Fair 2026 nan digelar di Kota Bandung.(MI/BAYU ANGGORO)

DIBUKANYA kembali Bandara Husein Sastranegara Berdampak positif terhadap industri pariwisata Bandung. Salah satunya pariwisata medis, karen di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut terdapat pilihan rumah sakit rujukan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Deborah Johana Rattu, menjelaskan, Kota Bandung mempunyai banyak rumah sakit nan menjadi rujukan apalagi di tingkat nasional. Selain dari sisi kesehatan, keberadaan akomodasi tersebut berakibat positif terhadap kunjungan penduduk luar menuju daerahnya tersebut.

"Jelas, dibukanya kembali Bandara Husein ini membangkitkan kembali medical tourism di Kota Bandung," katanya saat membuka Health dan Travel Wellness Fair (HTWF) 2026, Bandung, Kamis (27/8).

Ia menyebut, HTWF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat potensi pariwisata media di Kota Bandung. Bandung mempunyai dua modal utama, ialah akomodasi kesehatan dan lokasi wisata nan dapat dikembangkan secara terpadu.

"Medical tourism-nya pasti bakal sangat positif. Karena kita di Kota Bandung ini khususnya banyak sekali tempat-tempat wisata dan rumah sakit nan baik juga," katanya.

Maka dari itu, Pemkot Bandung bakal terus menggali kelebihan rumah sakit masing-masing, sekaligus mendorong kerjasama dengan sektor pariwisata. Konsep tersebut nantinya dapat dikembangkan dalam corak paket nan menggabungkan jasa kesehatan dengan perjalanan wisata.

"Mudah-mudahan dengan pelayanan kita nan semakin baik, nan ke luarnya juga bakal semakin baik," katanya.

Deborah menambahkan saat ini terdapat dua rumah sakit di Kota Bandung nan telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit wisata medis, ialah RSUD Bandung Kiwari, milik Pemkot Bandung dan Santosa Central, milik swasta.

"Kita sedang menunggu beberapa rumah sakit lain lantaran kudu di-SK-kan oleh kementerian. Selebihnya memang banyak rumah sakit nan tetap membuka sendiri untuk lokal. Tapi nan diakui secara sah oleh Kemenkes baru dua di Kota Bandung," katanya.


INFORMASI BERIMBANG


Pada kesempatan nan sama, Direktur Conext Maxima sekaligus penyelenggara HTWF 2026, Laode Syawalludin, mengatakan, pameran diikuti sekitar 14 rumah sakit dari Indonesia dan Malaysia. Dari Indonesia, HTWF 2026 diikuti RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung menyediakan akomodasi pemeriksaan kesehatan gratis.

Dia menjelaskan, HTWF tidak hanya bermaksud mempromosikan akomodasi kesehatan tertentu, tetapi memberikan info nan berimbang agar masyarakat dapat menentukan pilihan berasas kebutuhannya.

"Pameran ini diselenggarakan untuk memberikan info nan berimbang. Rumah sakit dalam dan luar negeri itu sebetulnya sama-sama bagus," tandasnya.

Laode menilai kualitas tenaga medis dan akomodasi kesehatan di Indonesia juga bisa bersaing dengan jasa kesehatan di luar negeri.

"Di Indonesia pun alat-alat dan kualitas dokternya sebetulnya sama. Jadi ketika masyarakat datang ke pameran ini, mereka bisa membandingkan tanpa ada nan dianggap lebih bagus alias lebih jelek," katanya.

Selain mendapatkan info jasa kesehatan, masyarakat nan datang ke HTWF 2026 juga dapat memanfaatkan sejumlah promo nan ditawarkan peserta. Terdapat promo buy 1 get 1, paket medical check-up, hingga paket jasa operasi dengkul dan jasa kesehatan lainnya dengan nilai khusus.

Salah satu peserta, Hertology, juga menawarkan pemeriksaan kesehatan jantung dengan nilai nan disebut terjangkau bagi masyarakat Bandung.

"Seperti Hertology, mereka punya tes kesehatan jantung nan harganya affordable dan bisa didapatkan penduduk Bandung," katanya.

Laode menambahkan, semakin terbukanya akses transportasi menuju Bandung turut memberikan kesempatan bagi kota tersebut untuk berkembang sebagai lokasi wisata medis.

"Orang Indonesia luar wilayah pun bisa ke Bandung dengan mudah lantaran akses dibuka, apalagi ada Whoosh. Koneksi antara Jakarta-Bandung maupun luar wilayah ke Bandung sekarang sudah bisa dikolaborasikan," tandasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut juga dapat menjadi bagian dari promosi lintas wilayah maupun lintas negara.

"Bandung makin mantap jadi kota wisata medis dan pariwisata," tegas Laode.

Selengkapnya