Jessica Pegula mengalahkan Amanda Anisimova di perempat final Cincinnati Terbuka meski sempat mengalami hambatan fisik. Simak ulasan lengkapnya di sini.(AFP)
PETENIS ranking tiga dunia, Jessica Pegula, menunjukkan kebangkitan luar biasa saat bertanding di babak perempat final Cincinnati Terbuka. Meski sempat mengalami masalah bentuk dan meminta medical timeout, Pegula sukses menundukkan rekan senegaranya, Amanda Anisimova, lewat pertarungan ketat 6-4, 2-6, 7-6 (4) dalam tempo 2 jam 15 menit.
Setelah merebut set pertama, Pegula sempat tertinggal 3-0 di set kedua akibat masalah pada servisnya. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Anisimova untuk menyamakan kedudukan.
"Saya merasa ada sedikit hambatan saat melakukan servis, meski pukulan lainnya terasa baik-baik saja. Ada kepanikan mini secara internal lantaran ketika Anda merasakan sakit nan akut, Anda bakal berpikir, 'Astaga, apa nan kudu saya lakukan?' Dan saya pikir dia melakukan pekerjaan luar biasa dalam memanfaatkan perihal itu," ujar Pegula seusai pertandingan.
Pegula sempat berkonsultasi dengan pelatihnya sebelum memutuskan tampil habis-habisan di set penentu. Keputusan tersebut berbuah manis. Ia langsung unggul 3-0 di set ketiga, sebelum Anisimova bangkit dan memaksa pertandingan bersambung hingga tiebreak.
Titik kembali penentu terjadi saat tiebreak ketika Pegula memenangi reli panjang sebanyak 27 pukulan, reli terpanjang dalam pertandingan tersebut.
"Saya mulai tertawa di tengah-tengah reli. Saya merasa ini gila, saya tidak percaya reli ini tetap berlangsung," kata Pegula. "Satu di antara kekuatan saya adalah bisa meredam kecepatan pukulan musuh dengan sangat baik. Amanda suka bersiap dan melepaskan pukulan keras, sementara saya bisa meredamnya dan membuatnya terus bergerak."
Pegula akhirnya mengamankan empat poin terakhir di tiebreak untuk mengunci kemenangan ke-16 dalam laga tiga set sepanjang musim ini. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya atas Anisimova menjadi 6-0.
Kemenangan ini membawa Pegula melangkah ke babak semifinal WTA 1000 ke-15 dalam kariernya. Ia bakal menantikan pemenang antara unggulan kedua Elena Rybakina dan unggulan ketujuh Iga Swiatek.
Kemenangan ini juga mencatatkan rekor statistik tersendiri. Jessica Pegula sekarang menjadi petenis putri Amerika Serikat kedua setelah Serena Williams nan sukses mengoleksi 100 kemenangan di lapangan keras pada turnamen level WTA 1000 sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009. (WTA/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·