Bantuan Pemerintah untuk Industri Penerbangan Tidak Harus Dana Segar

  • Whatsapp

Jakarta: Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) menilai bantuan terhadap maskapai penerbangan dalam negeri tidak harus berupa dana segar. Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan dan dukungan sesuai dengan kewenangan masing-masing otoritas.
 
“Diperlukan upaya lain sebagai langkah penyelamatan yang dapat dilakukan untuk menolong maskapai di Tanah Air,” kata Ketua Umum Inaca Denon Prawiraatmadja dalam diskusi solutif dengan tema Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia yang dilakukan virtual di Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Denon mengatakan bantuan terkait permasalahan perundingan maskapai dengan lessor (perusahaan yang menyediakan jasa menyewakan) pesawat yang sebagian besar bersifat internasional dan berada di luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Dijelaskan Denon, maskapai tentu akan mendapat tekanan yang berat dari lessor mengingat pengembalian pesawat ini dilakukan sebelum jatuh tempo. Lessor tentu juga tidak mau menanggung biaya perawatan pesawat yang dikembalikan.
 
Untuk itu, Inaca berharap Kadin Indonesia dapat mengusulkan lembaga pembiayaan nonbank dalam membantu pemulihan industri penerbangan nasional jangka menengah dan jangka panjang.
 
“Diharapkan dengan dukungan dari Kadin Indonesia para anggota dari Inaca bisa mendapatkan relaksasi dari beban biaya yang selama ini ditanggung oleh maskapai, misalnya insentif pajak, biaya avtur, biaya Pelayanan Jasa Pendaratan Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U),” terang dia.
 
Kondisi pandemi, lanjutnya, menyebabkan menurunnya penumpang dan jumlah penerbangan pesawat juga berkurang drastis. Dampak dari itu semua banyak pesawat di parkir dan tidak beroperasi yang membuat aliran kas maskapai penerbangan terganggu.
 
“Salah satunya adalah mengurangi armada pesawat yang selama ini tidak terpakai dan dikembalikan ke lessor. Tentu saja pengembalian pesawat ke lessor sebelum jatuh tempo ini juga mempunyai konsekuensi tertentu, sesuai dengan perjanjian antara maskapai dan lessor,” kata Denon.
 
(Des)

Pos terkait