Batam Melaju, Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Bertambah

1 jam yang lalu 2
Batam Melaju, Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Bertambah Ilustrasi(Dok MI)

MOMENTUM Peringatan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia menjadi refleksi sekaligus penegasan komitmen Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat peran Batam sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan daya saing Batam terus diarahkan pada pembangunan ekosistem investasi nan produktif, peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan konektivitas logistik serta kemudahan dan kepastian pelayanan bagi bumi usaha.

Capaian tersebut tecermin dari realisasi investasi Batam Semester I 2026 nan mencapai Rp29,89T, meningkat 62,75% secara tahunan (YoY) dibandingkan Semester I 2025 nan sebesar Rp18,37T. Dengan demikian, terjadi peningkatan absolut sebesar Rp11,52T.

Pertumbuhan itu menunjukkan kepercayaan bumi upaya terhadap Batam terus menguat. Jumlah proyek meningkat dari 11.915 proyek (Semester I 2025) menjadi 15.826 proyek pada Semester I 2026, alias tumbuh 32,82%.

INVESTASI TUMBUH, KESEMPATAN KERJA TERBUKA

Pertumbuhan investasi tersebut turut memberikan akibat terhadap penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja nan tercatat meningkat dari 30.979 orang (Semester I 2025) menjadi 40.943 orang (Semester I 2026). Artinya, terjadi penambahan sekitar 9.964 tenaga kerja, dengan pertumbuhan mencapai 32,16%. Capaian ini jadi parameter bahwa investasi ke Batam semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi riil. Peningkatan juga terlihat pada nilai rata-rata investasi tiap proyek. Dari Rp1,54 M per proyek pada Semester I 2025 menjadi Rp1,89 M per proyek pada Semester I 2026, alias meningkat 22,53%.

Kondisi itu menandakan peningkatan investasi per proyek di Batam.
Pada Semester I 2026, lima sektor dengan nilai investasi terbesar adalah jasa lainnya sebesar Rp6,09T; industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam sebesar Rp6,07T; industri kimia dan farmasi sebesar Rp3,97T; perumahan, area industri dan perkantoran sebesar Rp3,52T; serta transportasi, penyimpanan dan telekomunikasi sebesar Rp2,55T.

MEMPERKUAT PELABUHAN DAN RANTAI LOGISTIK

Penguatan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Batu Ampar menjadi bagian krusial dari upaya meningkatkan kapabilitas dan efisiensi jasa logistik Batam. Modernisasi infrastruktur, optimasi pelayanan serta pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperlancar arus peralatan dan mendukung kebutuhan industri.

Bagi area investasi seperti Batam, konektivitas logistik merupakan bagian krusial dari daya saing. Infrastruktur nan semakin baik bakal memberikan support terhadap kelancaran rantai pasok, efisiensi pengedaran dan peningkatan daya tarik Batam sebagai pusat industri dan perdagangan nan terhubung dengan pasar regional maupun global.

KEMUDAHAN BERUSAHA MENJADI BAGIAN DARI DAYA SAING

Pertumbuhan investasi juga kudu diikuti pelayanan publik nan bisa memberikan kepastian dan kemudahan kepada pelaku usaha. BP Batam terus mendorong penguatan jasa perizinan, digitalisasi pelayanan serta penyelesaian beragam halangan investasi melalui koordinasi lintas sektor. Prinsipnya, bumi upaya memerlukan proses nan cepat, pasti, transparan dan terintegrasi. 

Bagi BP Batam, kemudahan berupaya bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan bagian dari strategi membangun kepercayaan penanammodal dan menjaga keberlanjutan investasi di Batam.

DARI BATAM UNTUK INDONESIA EMAS

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Batam dalam memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan investasi 62,75%, peningkatan jumlah proyek 32,82%, pertumbuhan proyek nan memasuki fase produksi 52,32%, serta pertambahan tenaga kerja 32,16% menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Batam terus bergerak secara positif.

KINERJA PELABUHAN MENGUAT, KONEKTIVITAS BATAM SEMAKIN BERGERAK

Pertumbuhan investasi Batam juga melangkah seiring dengan meningkatnya aktivitas kepelabuhanan. Sepanjang Januari–Juni 2026, keahlian sejumlah parameter utama pelabuhan menunjukkan tren positif, menegaskan semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul perdagangan, logistik dan konektivitas regional.

Di Pelabuhan Batu Ampar, volume peti kemas tumbuh nan signifikan. Secara keseluruhan, volume peti kemas di Pelabuhan Batam mencapai 395.424 TEUs, meningkat 10% dibandingkan periode sama pada 2025.
Khusus Terminal Peti Kemas Batu Ampar, volume peti kemas mencapai 273.793 TEUs, meningkat 17% dibandingkan pada Januari–Juni 2025.

MOBILITAS PENUMPANG IKUT MENINGKAT

Pertumbuhan positif juga terlihat pada sektor pelabuhan penumpang. Sepanjang Januari–Juni 2026, jumlah penumpang domestik nan datang dan berangkat mencapai 2.295.165 orang, meningkat 9% dibandingkan 2.105.981 orang pada periode nan sama tahun 2025.

Pada terminal internasional, jumlah penumpang 2.671.134 orang, tumbuh 4% dari 2.557.575 orang. Secara keseluruhan, jumlah penumpang domestik dan internasional mencapai 4.966.299 orang, meningkat 6%.

Khusus rute internasional, mobilitas penumpang Singapura mencapai 1.843.454 orang, meningkat 3%, sedangkan rute Malaysia mencapai 827.680 orang, tumbuh 8% dibandingkan periode Januari–Juni 2025.

PRESIDEN RI TERIMA JAJARAN PIMPINAN BP BATAM

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.
Presiden menegaskan bahwa Batam kudu menjadi model penerapan agenda nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik. 

Salah satu pengarahan utama Presiden adalah modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik nasional nan terintegrasi dengan area industri, pusat data, manufaktur berteknologi tinggi, dan jaringan pelayaran dunia. "Melalui beragam reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi area lebih produktif, tertata, dan kompetitif," ujar Amsakar.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa BP Batam terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS) guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan jasa lahan. (H-1)

Selengkapnya