BBM B50 Sudah Terbit, Bahlil Dapat Tugas Lagi dari Prabowo

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja meresmikan program mandatori biodiesel 50% alias B50 nan dicampurkan ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Program itu sendiri bisa menghentikan impor solar sekaligus menjadi langkah untuk peningkatan bauran daya nabati nan lebih tinggi di masa depan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan setelah B50 diimplementasikan, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan petunjuk baru untuk mulai menjajaki penerapan biodiesel 60% alias B60. Atas tugas baru itu, Bahlil menegaskan pihaknya segera melakukan riset mendalam guna memastikan kesiapan teknis dan ketahanan mesin sebelum bauran daya tersebut ditingkatkan kembali.

"Arahan Bapak Presiden tadi kepada kami agar segera mempertimbangkan dan menjajaki, mempelajari lewat riset nan baik untuk bisa kita tingkatkan ke B60. Ini kudu kita lakukan dan ini ada upaya sebagai start awal," di sela aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).

Memang, penerapan B50 diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 177 triliun serta menyerap 2,1 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia. Dari sisi lingkungan, program ini diklaim bisa menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta metrik ton CO2 seiring dengan berhentinya aktivitas impor solar, khususnya jenis C48.

"Alhamdulillah hari ini kita semua telah menyaksikan berbareng bahwa telah dilakukan peluncuran untuk program B50. Dengan peluncuran B50 ini maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor solar dari negara lain," imbuhnya.

Adapun, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi badan upaya bahan bakar minyak untuk menghabiskan sisa stok B40 sebelum diwajibkan menyalurkan B50 secara penuh pada 1 Oktober 2026 mendatang. Terkait harga, pemerintah menjamin tidak ada kenaikan nilai jual Biosolar subsidi di tingkat masyarakat, ialah tetap di level Rp 6.800 per liter.

"Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik khususnya nan kena subsidi tetap harganya RP6.800. Jadi tidak ada penambahan nilai dan ini adalah bagian daripada strategi untuk mendorong net zero emission kita," tandasnya.

Dalam sambutan Prabowo, Prabowo menegaskan bahwa capaian B50 saat ini jangan bikin penemuan jalan di tempat. Dirinya pun mendorong Pertamina agar bisa mendorong sampai B60.

"Terima kasih intelektual dari kampus, teruskan kajian ini, terima kasih Pertamina, teruskan jangan berakhir di B50, jika bisa B60," tegasnya dalam aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50.

Prabowo pun menyebut bakal memberikan Bintang Kehormatan bagi pihak-pihak nan sukses menerapkan kebijakan B50 ini.

"Saudara-Saudara, memang ini upaya besar, terima kasih, kebahagiaan dari saya, kelak Mensesneg juga saya minta nama-nama Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menteri Koordinator Ekonomi, Pak Rosan, mereka-mereka nan berjasa proses mencapai di B50 saya minta nama-namanya ya, saya mau memberi tanda kehormatan Bintang Kehormatan," tuturnya.

"Yang dapat Bintang, pangkatnya sudah tinggi ini soal jasa hasil untuk negara B50 ini hasil besar untuk negara," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya