Ilustrasi(Antara)
DIREKTUR Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menyebut penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlepas dari respons positif pelaku pasar terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Irvan, penanammodal memberikan respons positif terhadap sejumlah poin nan disampaikan Presiden, terutama mengenai perkembangan Indonesia, stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, serta beragam kesempatan pertumbuhan nan ditawarkan pemerintah.
“Berarti kan market merespons positif atas laporan dari Pak Presiden (Prabowo) atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas nan ada, dan opportunity dari pemerintahan Beliau (Presiden Prabowo),” ujar Irvan di Gedung BEI Jakarta, Jumat (14/8).
BEI, lanjut Irvan, menyambut positif beragam kesempatan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menjadi fondasi nan kuat bagi perkembangan pasar modal Indonesia pada masa mendatang.
“Kita sangat positif memandang itu, lantaran Insya Allah ini menjadi landasan nan baik bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang,” ujar Irvan.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nan sehat berpotensi mendorong keahlian perusahaan tercatat alias emiten. Peningkatan keahlian dan untung perusahaan kemudian bakal memberikan akibat positif terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.
“Kalau pertumbuhan ekonomi baik, perusahaan tercatatnya tumbuh dengan baik, labanya tumbuh, pasti pasar modalnya juga bakal tumbuh, lantaran kondisi dari si perusahaan tercatatnya juga bakal semakin baik,” ujar Irvan.
Pertumbuhan emiten dan pasar modal tersebut, menurut Irvan, juga berkesempatan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi, baik bagi penanammodal asing maupun penanammodal domestik.
“Sehingga semakin investable dan saya percaya dengan pertumbuhan nan baik, stabilitas dalam negeri nan baik. Ini bakal menjadi poin plus bagi negara kita untuk menahan investasi asing dan juga pasti para penanammodal lokal bakal semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” ujar Irvan.
Pada Jumat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026. Dalam kesempatan nan sama, Presiden juga menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir dari pembangunan. Menurutnya, kedua perihal tersebut merupakan instrumen untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan sukses menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Ia optimistis penerapan kebijakan nan tepat, rasional, dan berasas pertimbangan nan sehat dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah apalagi menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dapat mencapai 6%.
"Dengan kebijakan-kebijakan nan tepat, nan rasional, nan menggunakan logika sehat, saya percaya pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai nomor 6%," ujar Presiden Prabowo. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·