Bendera Merah-Putih 481 Meter Dibentangkan dari Tugu Pal Putih-Malioboro-0 Kilometer Yogyakarta

1 jam yang lalu 2
Bendera Merah-Putih 481 Meter Dibentangkan dari Tugu Pal Putih-Malioboro-0 Kilometer Yogyakarta Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dibentangkan dan diarak.(MI/Ardi Teristi)
MENYAMBUT hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus, bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dibentangkan dan diarak dari Tugu Pal Putih-Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (15/8) sore. Kegiatan tersebut melibatkan seribuan orang nan mengarak bendera tersebut menyusuri area Malioboro. Masyarakat dan visitor pun tampak antusias Kirab Merah Putih Yogyakarta nan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan, Kirab Merah Putih menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran kebangsaan, terutama kepada generasi muda. “Peristiwa seperti ini sangat bagus lantaran jarang, belum tentu setahun sekali ada. Harapan saya, peristiwa ini memberikan filosofis dalam jiwa untuk tumbuhnya rasa kebangsaan dari generasi-generasi, memberikan kesadaran bahwa kita perlu bangga menjadi bangsa Indonesia,” kata Sri Sultan Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat memberikan pemahaman nan lebih kuat tentang makna persatuan dalam keberagaman. Sri Sultan mengingatkan pentingnya menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sekaligus memahami bahwa persatuan dibangun di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia nan perlu dipahami dan dihargai. Bendera sepanjang 481 meter bukan potongan-potongan nan disambung, tetapi bendera utuh. Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menjelaskan, panjang 481 meter mempunyai makna simbolis. Angka empat melambangkan empat penjuru mata angin, sedangkan nomor 81 merujuk pada usia Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Menurut Brigjen TNI Yuniar, Kirab Merah Putih merupakan bagian dari rangkaian Jogja Merah Putih. Setelah digelar di area Malioboro pada Sabtu (15/8), aktivitas serupa bakal dilanjutkan di Pantai Parangtritis pada Sabtu (22/8). “Kenapa kita adakan aktivitas ini adalah membujuk bahwa kita bersama-sama, tanpa perbedaan, menyadari bahwa kita adalah satu bangsa,” tutup Brigjen TNI Yuniar.
Selengkapnya