Berduka atas Peristiwa Gempa NTT, Waka DPD RI Minta Seluruh Pihak Berkoordinasi dengan Baik

1 jam yang lalu 4
Berduka atas Peristiwa Gempa NTT, Waka DPD RI Minta Seluruh Pihak Berkoordinasi dengan Baik Waka DPD Yorrys Raweyai(Dok spesial )

WAKIL Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi nan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu awal hari (15/8). Yorrys mengimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk melakukan koordinasi secara maksimal guna memastikan seluruh korban dan masyarakat terdampak memperoleh penanganan secara sigap dan tepat.

“Sebagai Pimpinan DPD RI, saya menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa nan melanda wilayah NTT,” ujar Yorrys dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8).

Yorrys mengatakan, puluhan korban meninggal bumi dan ribuan masyarakat nan mengungsi merupakan sesama anak bangsa nan saat ini memerlukan perhatian dan penanganan segera. Karena itu, pemerintah diminta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari jasa kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, hingga perlindungan bagi golongan rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Pemerintah kudu memastikan setiap korban memperoleh bantuan. Jangan sampai masyarakat nan berada di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain support darurat, Yorrys juga meminta pemerintah memastikan info nan disampaikan kepada masyarakat benar, akurat, dan berasal dari sumber resmi. Hal ini krusial untuk mencegah kepanikan serta beredarnya info nan tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah situasi pascagempa.

“Saya berambisi masyarakat terdampak gempa untuk tetap berkoordinasi dengan BMKG maupun BNPB, termasuk pemerintah daerah. Masyarakat juga kudu mengikuti setiap pengarahan dan info resmi mengenai kondisi pascagempa,” imbuh Yorrys.

Menurutnya, penanganan musibah memerlukan kerja sama dan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh unsur mengenai kudu bergerak berbareng untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Yorrys juga meminta agar proses pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara sigap dan akurat. Data tersebut krusial sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, pengedaran bantuan, serta pemulihan wilayah terdampak.

“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Setiap perkembangan kudu dipantau dan dilaporkan secara berkala sehingga keputusan nan diambil pemerintah betul-betul sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Yorrys menambahkan, setelah masa tanggap darurat, perhatian juga kudu diarahkan pada proses pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali prasarana nan mengalami kerusakan. Menurutnya, penanganan musibah tidak boleh berakhir setelah situasi darurat berakhir.

“Pemulihan pascabencana juga kudu menjadi perhatian. Masyarakat kudu mendapatkan kepastian bahwa pemerintah datang sejak masa tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

BNPB melaporkan hingga saat ini sebanyak 38 orang meninggal bumi dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, ribuan masyarakat mengungsi untuk menghindari akibat serta akibat lanjutan akibat gempa.

Yorrys membujuk seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membantu penduduk terdampak serta menjaga ketenangan selama proses penanganan musibah berlangsung.

"Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan gotong royong seluruh anak bangsa sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT dan memberikan support agar mereka dapat segera bangkit dari musibah ini,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya