Ilustrasi gelombang tinggi.(Dok. Antara)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal cuaca mengenai potensi gelombang tinggi di laut nan bisa mencapai empat meter nan dapat menerjang wilayah Perairan Barat Kepulauan Nias, Sumatra Utara. Kondisi ini dipicu oleh adanya anomali suhu muka laut nan hangat di Samudra Hindia barat Sumatera.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, menjelaskan bahwa selain di Perairan Barat Nias, gelombang tinggi tersebut juga berisiko terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias serta perairan Barat Kepulauan Batu.
"Kondisi tersebut dapat terjadi pada 14-15 Agustus 2026," ujar Rizky Ramadhan di Medan, Selasa (11/8).
Selain area dengan gelombang ekstrem, BMKG juga memetakan wilayah dengan kesempatan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, meliputi:
- Perairan Kepulauan Batu
- Perairan Barat Sumatera Utara
- Perairan Timur Kepulauan Nias
Penyebab dan Dampak Cuaca
Fenomena suhu muka laut nan hangat di Samudra Hindia barat Sumatera saat ini berpotensi meningkatkan penguapan secara signifikan. Hal ini menambah kandungan uap air di atmosfer nan berkontribusi pada pembentukan awan hujan lokal di wilayah Sumatera bagian utara.
Berdasarkan info BMKG, pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara umumnya bergerak dari arah Timur Laut ke Barat Daya. Kecepatan angin terpantau berkisar antara 2 hingga 25 knot.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Merespons kondisi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengeluarkan pedoman keselamatan bagi para pengguna jasa kelautan untuk tetap waspada:
| Perahu Nelayan | 15 Knot | 1,25 Meter |
| Kapal Tongkang | 16 Knot | 1,5 Meter |
| Kapal Ferry | 21 Knot | 2,5 Meter |
Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diminta untuk terus memantau pembaruan info cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran guna menghindari akibat kecelakaan laut. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·