(Dok BNPB)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi udara guna menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan sekaligus mendukung efektivitas pemadaman nan dilakukan oleh satgas darat.
Enam provinsi nan menjadi konsentrasi utama tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa penguatan satgas udara ini krusial dalam menghadapi eskalasi titik api.
"Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas," ujar Berton dalam keterangan resminya, Jumat (21/8).
Rincian Armada Udara di Sumatra dan Kalimantan
Hingga Jumat (21/8), BNPB memobilisasi puluhan helikopter dengan kegunaan nan beragam, mulai dari patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman udara (water bombing). Berikut rincian kekuatannya:
- Riau: 1 heli patroli, 1 heli OMC, dan 5 heli water bombing.
- Jambi: 1 heli patroli, 1 heli OMC, dan 2 heli water bombing.
- Sumatera Selatan: 1 heli patroli, 1 heli OMC, dan 7 heli water bombing.
- Kalimantan Selatan: 1 heli patroli, 1 heli OMC, dan 3 heli water bombing.
- Kalimantan Tengah: 1 heli patroli, 1 heli OMC, dan 4 heli water bombing.
- Kalimantan Barat: 2 heli patroli, 1 heli OMC, dan 5 heli water bombing.
Berton menambahkan bahwa pengoperasian armada ini bakal terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan. Untuk OMC, BNPB bekerja-sama intensif dengan BMKG guna memantau potensi awan hujan nan dapat disemai.
Prioritas di Pulau Kalimantan
Penanganan di Pulau Kalimantan tetap menjadi prioritas utama seiring munculnya titik karhutla baru, termasuk di Kalimantan Timur. Pada Rabu (19/8), tercatat kebakaran di Kabupaten Paser nan melanda area konservasi seluas 25,29 hektare di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Meski demikian, BPBD setempat sukses memadamkan api sehari kemudian melalui jalur darat.
Selain itu, karhutla masif juga terdeteksi di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas mencapai 49,55 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD berbareng relawan telah dikerahkan ke lokasi. Berdasarkan pantauan visual pada Kamis (20/8), sebagian besar titik api telah padam, selain di wilayah Kelurahan Pendingin.
Imbauan Kesiapsiagaan
BNPB mengimbau pemerintah wilayah untuk memperkuat penemuan awal dan memastikan kesiapan sarana prasarana pemadaman. Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi musibah hidrometeorologi selama musim kemarau.
"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan. Jika memandang kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara sigap dan efektif," pungkas Berton. (RO/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·