Booming Sepeda Turun, Harga Sepeda Anjlok Jadi Segini!

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC Indonesia – Tren bersepeda mulai turun seiring kembali normalnya aktivitas masyarakat. Di sisi lain, karena tingginya tren tahun lalu membuat produsen sepeda justru menyimpan stok berlebih. Alhasil stok berlebih yang membuat harga turun.

“Range (harga) turun 20%-30%, itu realita yang harus diterima. Barang yang lama sampai di grosir akhirnya jual barang aja, yang penting ngejar cashflow. Harga modal aja dilempar supaya terjadi perputaran. Pasar menyesuaikan diri dengan keadaan. Tapi demand tetap ada,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/6).

Namun, pengusaha juga tidak asal menurunkan harga dengan spesifikasi sepeda yang sama, melainkan menurunkan kualitas spare part dengan harga lebih murah. Langkah tersebut mau tidak mau dilakukan agar bisnis tetap berjalan.


“Rp 2 jutaan dari harga Rp 3 juta – Rp 4 juta di sebelumnya. Contoh sepeda dengan frame, sama dia downgrade sparepart untuk kejar harga Rp 2 juta. Dulu harga Rp 3 juta – 4 juta bisa beli. Sekarang sensitif sama harga,” jelasnya.

Pantauan CNBC Indonesia di beberapa situs jual beli sepeda online, terlihat beberapa sepeda mengalami penurunan harga. Namun, harga ini adalah contoh dari perkiraan sehingga di lapangan bisa ada perbedaan tergantung toko dan lokasi.

Berikut perkiraan perbandingannya:

Turanza 2503

Beberapa bulan lalu : Rp. 1,7 juta

Saat ini : Rp. 1,1 juta

Pacific Revolt 3.0 21 Speed

Beberapa bulan lalu: Rp 1,8 juta

Saat ini : Rp. 1,56 juta

Polygon tipe Path 18 G

Beberapa bulan lalu: Rp 9,050 juta

Saat ini: Rp. 8,7 juta

Folding Bike Foldx xlite Edisi Damn I Love Indonesia

Beberapa bulan lalu : Rp10,6 juta

Harga saat ini : Rp 9 juta

Marin Sepeda Bobcat Trail 3

Beberapa bulan lalu : Rp. 8 juta

Saat ini : Rp. 6,2 juta

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Pos terkait