Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perbaikan Kinerja BUMN

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria buka-bukaan soal perbaikan keahlian perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nan berada di bawah pengelolaan Danantara. Kunci perbaikan keahlian BUMN tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis, pembenahan manajemen, pemberlakuan efisiensi, hingga restrukturisasi.

Terbukti, sejumlah perusahaan BUMN seperti PT Semen Indonesia Tbk, PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Timah Tbk, hingga PT Krakatau Steel Tbk sukses mencatatkan keahlian cemerlang dalam beberapa waktu terakhir.

"Sebetulnya ini salah satu nan perlu juga disampaikan kepada publik. Tentu banyak nan bertanya apakah peningkatan ini terjadi sendirinya alias memang ada intervensi daripada Danantara dan tentu kami tidak sekadar bicara bahwa oh ini memang lantaran ada intervensi alias transformasi nan dilakukan. Tetapi silakan tanyakan sendiri di pengesahan kepada perusahaan masing-masingnya," ungkap dia dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8/2026).

Sebagai contoh, Dony menjelaskan, sebelumnya model upaya Semen Indonesia dinilai tidak efektif. Pasalnya, penjualan nan terlalu tersentralisasi membikin pabrik seperti Semen Padang dan Semen Tonasa kehilangan akses langsung ke pasar.

Danantara kemudian mencoba melakukan perubahan struktur tersebut dengan mengembalikan kegunaan penjualan ke masing-masing unit, memperkuat tim manajemen, memperbaiki sistem distribusi, serta menekan biaya produksi.

Berkat strategi tersebut, Semen Indonesia sukses mencatat biaya produksi nan lebih kompetitif. Perusahaan ini ditargetkan bisa mencetak untung sampai dengan Rp 1 triliun pada tahun 2026.

Hal serupa juga dilakukan oleh Pegadaian dalam meningkatkan kinerjanya. Dalam konteks ini, Pegadaian beralih bentuk secara digital guna meningkatkan penetrasi pasar baru. Salah satunya melakukan penguatan upaya emas melalui platform digital berjulukan Tring!, serta mengembangkan ekosistem bullion bank. Melihat itu, Dony pun optimistis Pegadaian bisa meraih untung sebesar Rp 12 triliun pada 2026.

Di samping itu, Pupuk Indonesia mengalami perubahan model upaya dari cost plus menjadi mark to market. Perubahan tersebut sukses menekan biaya, meningkatkan produksi, membuka kesempatan ekspor, sekaligus mendorong kenaikan untung perusahaan.

Dony meneruskan, berasas hasil pemetaan Danantara, persoalan utama BUMN selama ini berasal dari tiga hal, ialah investasi berlebihan, rekayasa keuangan, dan fraud. Oleh karena itu, Danantara sekarang mewajibkan setiap investasi menghitung tingkat pengembalian alias return on investment.

Selain itu, Danantara juga terus berupaya melakukan impairment terhadap beragam aset dan perusahaan nan dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh lagi melakukan pemolesan laporan finansial hanya agar terlihat sehat.

"Terutama sekali real bahwa kita melakukan improvement di sisi performance daripada perusahaan-perusahaan lain. Saya sangat happy memandang satu persatu ya. Krakatau Steel tadinya waktu bisa bayangkan waktu Krakatau Steel kita ambil alih, utangnya Rp 26 triliun, pabriknya tidak ada satupun nan jalan, dia punya blast furnace mangkrak nggak hidup, punya satu HSM saja itu terbakar tidak hidup juga, perusahaan kosong, tidak ada aktivitas sama sekali. Kemudian kita mulai melakukan restrukturisasi dari Krakatau Steel dibantu oleh Pak Dirut nan luar biasa," terang dia.

Pada akhirnya, perbaikan keahlian dari BUMN-BUMN tersebut tidak hanya berakibat pada penguatan posisi Danantara semata. Lebih dari itu, faedah dari perbaikan keahlian nan dilakukan BUMN ini bakal dirasakan oleh masyarakat secara luas.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya