Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini tengah mengembangkan proyek tambang bawah tanah berjulukan Kucing Liar di area mineral Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber produksi tembaga dan emas utama perusahaan pada dasawarsa berikutnya.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pihaknya telah mengeluarkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar alias Rp 25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923 per dolar AS) untuk pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut.
"Itu (investasi) untuk development (pengembangan). Jadi pengembangan tambang bawah tanah," kata Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).
Tony menargetkan tambang bawah tanah Kucing Liar ini mulai beraksi pada 2029. Adapun, proyek tersebut sekarang sudah masuk tahap pengembangan.
"Pengembangan, bukan persiapan. Dikembangkan kan kudu dibuka aksesnya dan lain sebagainya, itu bagian dari pengembangan," kata dia.
Mengutip laporan Freeport-McMoRan (FCX), pengembangan tambang Kucing Liar telah berjalan sejak 2022 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi di area Grasberg.
"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan aktivitas pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar nan terletak di area mineral Grasberg," tulis laporan keahlian Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), dikutip Rabu (5/8/2026).
Adapun, produksi dari tambang Kucing Liar sendiri ditargetkan mulai meningkat (ramp-up) sekitar tahun 2030 hingga mencapai kapabilitas kreasi sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Pada saat beraksi penuh, Kucing Liar diperkirakan bisa memproduksi rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas per tahun. Kehadiran tambang baru tersebut diharapkan dapat menjaga produksi berskala besar PT Freeport Indonesia di area Grasberg dalam jangka panjang.
Hingga 30 Juni 2026, setidaknya PTFI telah menggelontorkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar alias sekitar Rp25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923 per dolar AS) untuk pengembangan proyek tambang Kucing Liar tersebut.
Perusahaan memperkirakan kebutuhan investasi tambahan di proyek tersebut mencapai sekitar US$ 4 miliar, alias setara sekitar Rp 71,69 triliun hingga tahun 2033.
(ven/wia)
[Gambas:Video CNBC]

53 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·