Jakarta, CNN Indonesia --
CEO UFC Dana White mengaku kurang puas dengan penampilan Ian Machado Garry saat menghadapi Islam Makhachev di UFC 330.
Meski bisa membikin wajah Makhachev babak belur, Garry tetap kudu mengakui kelebihan petarung asal Dagestan tersebut. Makhachev sukses mempertahankan gelar juara kelas welter UFC setelah menang nomor absolut dalam partai utama UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, Minggu (16/8) siang WIB.
Pertarungan berjalan ketat selama lima ronde. Garry apalagi beberapa kali bisa membikin Makhachev kesulitan, terutama pada ronde ketiga dan keempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Dana White justru menyoroti sikap kedua petarung nan dinilainya terlalu bersahabat. Menurut White, Garry semestinya lebih garang hingga pertandingan betul-betul berakhir.
"Saya pikir Ian adalah laki-laki nan berbakat. Jika dia mempunyai sedikit saja hatikecil membunuh, di ronde kelima, dia tidak bakal keluar dan berpelukan serta berjabat tangan. Hal itu membikin saya gila," kata White dikutip CBS Sports.
Makhachev akhirnya menang dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47. Hasil tersebut membikin rekornya menjadi 29 kemenangan dan satu kekalahan dalam MMA, termasuk 18 kemenangan dan satu kekalahan di UFC. Sementara itu, Garry sekarang mempunyai rekor 17-2 di MMA dan 10-2 di UFC.
Sejak ronde pertama, Makhachev langsung menunjukkan keunggulannya dalam grappling. Ia beberapa kali melakukan takedown dan mengontrol Garry di dekat pagar oktagon.
Meski bisa mendominasi posisi, Makhachev belum banyak memberikan kerusakan berfaedah kepada Garry.
Pertarungan mulai lebih terbuka pada ronde kedua. Garry memberikan tekanan melalui tendangan dan pukulan ke arah tubuh Makhachev.
Namun, Makhachev membalas dengan tendangan kepala nan sempat menjatuhkan Garry. Ia kemudian membawa pertarungan kembali ke bawah dan melancarkan ground-and-pound.
Garry tampil lebih baik pada ronde ketiga dan keempat. Petarung asal Irlandia itu beberapa kali sukses menggagalkan percobaan takedown Makhachev dan mendaratkan pukulan ke wajah serta tubuh lawannya.
Pada ronde kelima, Makhachev kembali mengandalkan grappling. Ia sukses melakukan takedown dan menguasai punggung Garry.
Makhachev sempat mencoba melakukan rear-naked choke, tetapi Garry bisa memperkuat hingga bel terakhir berbunyi.
Makhachev pun dinyatakan sebagai pemenang lewat keputusan nomor absolut dan sukses mempertahankan gelar juara kelas welter UFC.
Bagi Dana White, hasil tersebut sebenarnya bisa berbeda jika Garry tampil lebih garang pada ronde terakhir. Kritik White pun menunjukkan bahwa meski Garry bisa membikin Makhachev babak belur, dia dinilai tetap kurang mempunyai hatikecil untuk menghabisi lawannya.
(rhr)

55 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·