Bosch Virtual Chef bantu UMKM kuliner bangkit pasca pandemi

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Dalam rangka mendukung pemulihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner di Indonesia pasca pandemi, Bosch yang merupakan penyedia layanan teknologi global dan AIoT terkemuka sukses menggelar Bosch Virtual Chef pada 1 September-9 Oktober 2021.

Manager, Corporate Communications and Brand Management Bosch Indonesia Shinta Maryke mengatakan, Bosch Virtual Chef juga merupakan bagian dari kampanye kontinu Bosch yakni “Invented for Life” yang telah dimulai sejak 2016 lalu.

“Lewat kampanye ini, Bosch berupaya memberikan solusi atas berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat dengan memanfaatkan teknologi, produk, jaringan mitra, serta platform media sosial yang kami miliki,” papar Shinta dalam virtual media briefing, Senin.

Dia menjelaskan, Bosch Virtual Chef yang dimulai pada awal September itu diikuti 65 pendaftar yang merupakan pemilik usaha kuliner. Kemudian, mereka melewati proses kurasi berupa interview melalui telepon.

Setelah itu, terpilihlah lima UMKM untuk mengikuti pelatihan selama dua minggu mengenai keterampilan memasak bersama Chef Degan Septoadji dan manajemen bisnis bersama Krealogi Oleh Du Anyam.

Baca juga: Kiat buru kuliner UMKM di Gofood ala “food vlogger” Mgdalenaf

Adapun sesi puncak Bosch Virtual Chef adalah kompetisi memasak antar kelima finalis yang dilaksanakan secara daring pada 9 Oktober 2021.

Pemilik usaha Iga Bakar Warungan Langen Driyo, terpilih sebagai pemenang chef terbaik sekaligus chef terfavorit pilihan audiens. Berkat pencapaiannya itu, dia mendapatkan kitchen machine Bosch dan berkesempatan menempati food stall selama satu bulan di salah satu gerai Ranch Market di Jakarta.

Langen mengatakan, Bosch Virtual Chef telah memberinya kesempatan untuk melihat bisnis kuliner dengan sudut pandang baru lewat serangkaian pelatihan yang bermanfaat.

“Rasa yang enak saja ternyata tidak cukup, melainkan harus diperkuat dengan standarisasi kuliatas, eksistensi di pasar digital dan optimalisasi teknologi,” kata Langen.

Berdasarkan survei yang digagas Paper.id bersama SMESCO Kementerian Koperasi dan UMKM serta OK OCE, ada tiga sektor UMKM yang paling banyak mengalami penurunan omzet, yaitu kuliner 43,09 persen, jasa 26,02 persen, dan fesyen 13,01 persen.

Sementara survei Bosch menemukan bahwa pelaku UMKM kuliner Indonesia membutuhkan tiga bentuk dukungan, yaitu peningkatan keterampilan memasak, peningkatan eksistensi usaha secara daring, dan peningkatan strategi operasi bisnis.

Sehingga, kata Shinta, Bosch ingin mengambil peran untuk dapat memfasilitasi para pelaku UMKM kuliner dengan keterampilan lebih lanjut.

“Bukan hanya kepiawaian memasak, tapi juga manajemen bisnis. Dari sisi teknologi, kami juga menyediakan peralatan dapur Bosch yang modern untuk membantu pelaku UMKM kuliner mengoptimalkan kualitas produksi makanan mereka,” ujar Shinta.

Baca juga: Tak hanya digitalisasi, pendampingan juga penting bagi UMKM kuliner

Baca juga: Bantu UMKM, Pemkot Pontianak bikin pusat kuliner dan pasar tani

Baca juga: UMKM Jayapura hadirkan inovasi olahan sagu dalam es krim nikmat

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait