ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Keberhasilan Timnas Voli Putra Indonesia menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026 membawa akibat besar bagi para pemainnya. Salah satunya dirasakan oleh Boy Arnez, nan mengaku mendapat sejumlah tawaran untuk berkarier di klub luar negeri.
Meski demikian, outside hitter berumur 22 tahun itu menegaskan konsentrasi utamanya tetap berbareng LavAni. Boy juga menyadari gelar juara berbareng Timnas Voli Indonesia membikin tanggung jawabnya di klub semakin besar.
"Kalau untuk [karier] LavAni dulu ya. Mungkin untuk LavAni ya mungkin, pasti saya punya jadi kayak sekarang sudah punya tanggung jawab lebihlah untuk... untuk bisa bawa nama gelar ini gitu. Tapi ya jika untuk ke luar negeri sudah ada sih. Sudah ada. Ada tawaran, ada yang masuk. Tapi tinggal komunikasi ke klub saja sih. Ada ada beberapalah," ucap Boy Arnez ketika dijumpai di Gedung Transmedia, Rabu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memastikan diri menjadi juara AVC Men's Volleyball Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-0 pada partai final.
Hasil tersebut menjadi pembalasan manis setelah sebelumnya tim Merah Putih kalah 2-3 dari Korea Selatan pada fase penyisihan.
Selain membawa Indonesia menjadi juara, Boy juga meraih penghargaan perseorangan sebagai Most Valuable Player (MVP) AVC Men's Volleyball Cup 2026. Ia menilai peran pembimbing Reidel Toiran sangat besar dalam mengembangkan keahlian para pemain.
"Pelatih [Reidel Toiran] orangnya kalem dan bisa membikin anak-anak bisa mengeluarkan kemampuannya. Jadi sebenarnya tidak ada tekanan, tidak ada tekanan dari dalam," ujar Boy.
Boy juga mengungkap kunci keberhasilan Timnas Indonesia menorehkan sejarah di turnamen tersebut. Menurutnya, disiplin menjaga kondisi bentuk serta kepercayaan antarpemain menjadi aspek krusial di kembali kesuksesan tim.
"Kalau dari saya pribadi selalu jaga pola makan dan peregangan di pagi hari. Untuk di pertandingan, kami hanya coba saling percaya satu sama lain," ucapnya.
Sementara itu, pembimbing Reidel Toiran menegaskan dirinya selalu memasang sasaran juara setiap kali menangani sebuah tim. Meski menyadari situasi di lapangan bisa berubah, pembimbing asal Kuba tersebut selalu menanamkan mental juara kepada anak asuhnya.
"Kalau dari saya selalu ketika memegang tim pasti mau juara. Nanti situasinya bakal seperti apa, terserah. Memang realita sering berbeda," tuturnya.
(afr/afr/rhr)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·