Kebakaran di pasar Sepinggan baru-baru ini(MI/ERVAN MASBANJAR)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai sejumlah wilayah di Balikpapan, hingga sekarang dinilai rawan kekeringan akibat dari musim kemarau sehingga dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran rimba dan lahan (karhutla) ditambah lagi cuaca panas akhir-akhir ini. Demikian dikatakan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, kepada Media Indonesia, Jumat (14/8) di Balikpapan.
Ia mengimbau, agar masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran lahan akibat cuaca panas nan mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, penduduk juga diminta untuk melakukan kesiapsiagaan sejak dini, terutama dalam perihal penghematan air saat musim tandus ini, meskipun hujan telah terjadilah di beberapa wilayah Balikpapan dengan intensitas rendah.
Diakuinya, akibat kondisi kekeringan mulai meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah Balikpapan. Meski hujan tetap turun sesekali, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area nan mempunyai lahan gambut dan lahan kering.
“Masyarakat kami imbau, untuk menghemat penggunaan air mengingat kondisi kekeringan tetap berlangsung. Hujan nan turun satu-dua kali belum sepenuhnya mengurangi akibat kekeringan dan kebakaran,” pintanya.
Kondisi kekeringan ini menjadi perhatian pihaknya, apalagi telah berakibat beberapa kejadian kebakaran permukiman, termasuk kebakaran di area Pasar Sepinggan baru baru ini, menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam sumber api..
Ia menegaskan, potensi kebakaran tidak hanya berasal dari pembakaran lahan, tetapi juga dari penggunaan kompor, instalasi listrik PLN, serta aktivitas lain nan dapat memicu munculnya api, ditambah lagi dengan cuaca panas dan kering api lebih sigap membesar.
Terkait kiriman asap akibat karhutla dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), diakuinya, kota Balikpapan tidak mendapatkan akibat asap kiriman tersebut, namun di Kaltim wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) perlu mendapat perhatian, lantaran lokasinya dekat dengan salah satu wilayah di Kalbar.
Selain itu, wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) serta Kabupaten Paser juga wilayahnya nan perlu mendapatkan perhatian. Karena wilayahnya mempunyai area rimba dan gabut, selain berpotensi mengalami Karhutla juga dapat terdampak asap andaikan terjadi karhutla dalam skala luas.
Hingga sekarang untuk penanganan Karhutla khususnya di wilayah Kawasan Tahura Bukit Soeharto, pihaknya terus berkoordinasi dengan beragam pihak, pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bongan merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim.
“Kami bekerja-sama memberikan support andaikan terjadi kebakaran baik nan berada di luar area kewenangan masing-masing,” tuturnya..
Ia mengungkapkan, berasas info pihaknya, telah terjadi lebih dari empat kejadian karhutla di wilayah Balikpapan Timur, dengan luasan total kurang dari 3 hektare. Lokasinya sebagian berada di lahan milik masyarakat.
Pemerintah dan petugas terkait, jelasnya, memastikan kesiapsiagaan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan andaikan menemukan titik api.
“Kewaspadaan berbareng dinilai menjadi kunci untuk menjaga Balikpapan dan wilayah sekitarnya tetap kondusif di tengah kondisi musim kering,” pungkas Usman Ali. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·