loading...
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) berbareng BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 5.000 mitra pengemudi ojek online (ojol). Foto/istimewa
JAKARTA - Semangat brotherhood tidak berakhir di jalan. Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) berbareng BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 5.000 mitra pengemudi ojek online (ojol) di enam wilayah. Perlindungan nan semula dirancang selama lima bulan, Agustus hingga Desember 2026, diputuskan HDCI untuk dilanjutkan hingga tiga tahun.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian Merdeka Ride & Evoria Rally 2026 di Melasti, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (15/8/2026). Perlindungan diberikan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Kolaborasi ini sekaligus menandai HDCI sebagai organisasi otomotif pertama nan bekerja-sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol. Inisiatif tersebut memperluas makna aktivitas sosial komunitas, dari support nan datang dalam satu momentum menjadi perlindungan nan manfaatnya dapat dirasakan pekerja dan keluarganya dalam jangka panjang.
Ketua Umum HDCI, Ahmad Sahroni, mengatakan kepedulian terhadap pengemudi ojol merupakan bagian dari semangat HDCI untuk menghadirkan faedah nyata melalui kekuatan komunitas.
“Program HDCI berbagi dengan ojol ini sejalan dengan semangat pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan faedah nyata bagi masyarakat nan membutuhkan, khususnya mereka nan setiap hari bekerja dan berjuang di jalan. Bagi kami, keberadaan HDCI bukan hanya tentang berkegiatan dan berkendara, tetapi gimana kekuatan organisasi bisa hadir, berbagi, dan memberikan perlindungan nan betul-betul dirasakan masyarakat,” ujar Sahroni, Minggu (16/8/2026).
Menurut Sahroni, keputusan memperpanjang perlindungan hingga tiga tahun diambil setelah memandang faedah Jaminan Sosial Ketenagakerjaan nan tidak hanya dirasakan pekerja, tetapi juga keluarganya, termasuk melalui faedah danasiwa pendidikan bagi anak sesuai ketentuan program.
“Setelah memandang manfaatnya, terutama adanya danasiwa untuk anak, saya putuskan perlindungan ini diberikan hingga tiga tahun. Ini luar biasa lantaran manfaatnya bukan hanya untuk para ojol, tetapi juga untuk pendidikan anak-anak mereka. Kami mau menunjukkan bahwa organisasi motor bisa kuat sekaligus memberikan manfaat. Jangan hanya geber motor, keberadaan HDCI kudu bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, terutama para ojol,” ujar Sahroni.
Lihat video: Menaker Bongkar Biaya untuk BPJS Ketenagakerjaan Ojol
Pengemudi ojol merupakan golongan pekerja nan menghadapi akibat tinggi lantaran aktivitas pekerjaannya banyak berjalan di jalan. Di kembali setiap perjalanan, terdapat family nan menggantungkan kehidupan pada penghasilan mereka. Karena itu, perlindungan bagi 5.000 pengemudi ojol bukan sekadar tentang jumlah peserta, melainkan memastikan pekerja mempunyai jaring pengaman ketika menghadapi akibat pekerjaan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·