Jakarta, CNBC Indonesia - Merantau ke negeri orang membawa Sri Purwanti menempuh perjalanan panjang. Perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, itu datang ke Taiwan belasan tahun lampau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kini, kerja keras dan keberaniannya membangun upaya telah mengantarkan Sri menjadi pengusaha kuliner legal dengan upaya nan berkembang di jantung Kota Taipei, ibukota Taiwan.
Sri merupakan pengguna BRI nan sukses mengubah penghasilan selama bekerja di perantauan menjadi modal untuk membangun ekonomi. Dari disiplin menyisihkan pendapatan dan mengelola keuangan, dia perlahan mengumpulkan modal hingga akhirnya memberanikan diri merintis upaya kuliner halal.
Usaha tersebut sekarang berkembang menjadiKedai Sri Rahayu, restoran Indonesia nan berada di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, tak jauh dari Taipei Grand Mosque. Kedai tersebut menjadi salah satu tempat bagi diaspora Indonesia dan organisasi Muslim di Taipei untuk menikmati beragam kuliner unik Nusantara.
Perjalanan Sri membangun upaya berasal dari pengalaman nan sangat dekat dengan kesehariannya sebagai PMI. Ketika pertama kali tiba di Taiwan, mendapatkan makanan legal nan sesuai dengan cita rasa Indonesia bukan perkara mudah. Kesulitan tersebut kemudian dia lihat sebagai kebutuhan nan juga dirasakan banyak pekerja Indonesia lainnya.
"Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan legal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan nan sama. Saya berkeinginan menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan," kenang Sri dikutip Minggu (23/8/2026).
Bagi Sri, keberhasilan membangun upaya tidak terjadi dalam semalam. Modal nan digunakan untuk merintis upaya dikumpulkannya sedikit demi sedikit dari hasil bekerja di Taiwan.
Dalam perjalanan tersebut, Sri memanfaatkan jasa perbankan BRI untuk mendukung pengelolaan keuangannya. Sebagai pengguna BRI, dia menggunakan jasa perbankan untuk menabung sekaligus mendukung kebutuhan transaksi finansial antara Taiwan dan Indonesia. Dari tabungan hasil jerih payah selama bekerja di perantauan itulah Sri kemudian mengambil keputusan krusial ialah membuka upaya kuliner legal dalam skala kecil.
Usaha nan semula dirintis untuk menjawab kebutuhan makanan legal masyarakat Indonesia di Taiwan perlahan memperoleh pelanggan. Sri mempertahankan cita rasa Nusantara sekaligus memastikan kehalalan makanan nan disajikannya.
Kini, Kedai Sri Rahayu tidak hanya menjadi restoran, tetapi juga berkembang menjadi toko nan menyediakan beragam kebutuhan dan bahan pangan unik Indonesia. Deretan produk makanan kemasan, bumbu, hingga rempah Nusantara memenuhi rak-rak di dalam kedai.
Menu nan ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari sate dengan ramuan kacang, ayam penyet sambal terasi, bakso urat, pempek Palembang, jenis gorengan, hingga minuman unik Indonesia seperti es cendol, es jeruk, dan es teh manis.
Perkembangan tersebut membawa upaya Sri mencatatkan pencapaian nan tidak sedikit. Perlahan-lahan, Sri dapat mewujudkan mimpinya untuk membangun lapangan pekerjaan untuk banyak orang, tidak hanya di Taiwan tapi juga di Indonesia.
Di tengah perkembangan usahanya, kebutuhan transaksi finansial Sri pun ikut berubah. Mobilitas nan tinggi sebagai pengusaha membikin kemudahan mengakses jasa perbankan menjadi semakin penting. Kini, Sri aktif menggunakanBRImo Taiwanuntuk mendukung kebutuhan transaksi keuangannya selama berada di Taiwan.
Kehadiran BRImo Taiwan memberikan kemudahan bagi Sri untuk tetap terhubung dengan jasa BRI secara digital dari negara tempatnya bekerja dan mengembangkan usaha. Berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui telepon genggam.
Corporate Secretary BRIDhannymengungkapkan bahwa perjalanan Sri Purwanti mencerminkan besarnya potensi masyarakat Indonesia untuk tumbuh dan naik kelas, termasuk mereka nan tengah bekerja dan membangun kehidupan di luar negeri.
"Bagi BRI, kisah Ibu Sri bukan hanya tentang keberhasilan membangun upaya kuliner Indonesia di Taiwan, tetapi juga tentang gimana seorang pekerja migran bisa mengelola hasil kerja kerasnya, menangkap peluang, dan kemudian tumbuh menjadi pengusaha nan kuat. Kami mau semakin banyak masyarakat Indonesia di luar negeri mempunyai kesempatan nan sama untuk berkembang dan maju," ujar Dhanny.
Menurutnya, kebutuhan jasa finansial masyarakat Indonesia di luar negeri juga terus berkembang seiring semakin beragamnya aktivitas ekonomi diaspora dan PMI. Karena itu, BRI terus memperkuat jasa nan bisa menjaga konektivitas mereka dengan ekosistem finansial di Indonesia, salah satunya melalui BRImo Taiwan.
"Kehadiran BRImo Taiwan kami harapkan semakin mendekatkan jasa perbankan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan finansial mereka, mulai dari bekerja, menabung, mengirimkan hasil jerih payah kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha. Kisah Ibu Sri menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, pengelolaan finansial nan baik, dan akses jasa finansial nan semakin mudah, PMI mempunyai kesempatan besar untuk maju," tambahnya.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·