Jakarta, CNBC Indonesia - Peta area industri di sekitar Jakarta mulai mengalami perubahan. Aktivitas industri nan selama ini terkonsentrasi di Bekasi dan Karawang sekarang semakin melebar ke arah timur, termasuk menuju Subang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Perluasan tersebut terjadi seiring bertambahnya pasokan lahan di koridor timur Greater Jakarta. Kondisi ini membikin area industri baru mempunyai ruang lebih besar untuk menampung ekspansi pelaku usaha, terutama ketika kesiapan lahan di area nan sudah matang semakin terbatas.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar perpindahan letak industri dari satu area ke area lain. Menurutnya, pusat aktivitas industri justru mulai meluas dengan munculnya kawasan-kawasan baru di luar sentra tradisional.
"Dan kami memandang bahwa pergerakan ini mulai meluas ya, tidak hanya bergeser tapi bertambah ke wilayah Subang apalagi ke Pulau Jawa bagian tengah," ujar Syarifah dalam konvensi pers virtual, Kamis (20/8/26).
Perubahan tersebut terlihat dari perkembangan pasokan lahan di koridor timur. Sejumlah area industri juga mulai menyiapkan lahan tambahan nan dapat ditawarkan kepada calon penanammodal dalam beberapa tahun mendatang.
Di sisi lain, tingkat penjualan lahan industri tetap menunjukkan pertumbuhan meski tidak terlalu tinggi. Pergerakan ini menunjukkan permintaan terhadap area industri tetap ada di tengah perubahan letak nan mulai mengarah ke wilayah timur.
"Kita lihat bahwa take-up rate alias tingkat penjualan tetap relatif stabil ya seperti nan saya sampaikan tadi tumbuh sekitar 2%. Dan suplai pun bertambah ya dari koridor timur. Kami juga memandang bahwa beberapa estate mempunyai landbank nan bakal siap untuk dirilis sebagai additional stock dalam beberapa tahun ke depan," kata Syarifah.
Subang menjadi salah satu wilayah nan mulai mendapat perhatian dalam perubahan peta tersebut. Wilayah ini dinilai mempunyai kesempatan untuk menjadi pilihan baru bagi industri nan memerlukan lahan dengan nilai nan relatif lebih kompetitif dibanding sejumlah area industri nan sudah lebih matang.
Dalam kondisi tersebut, perbedaan nilai menjadi salah satu aspek nan membikin wilayah baru lebih menarik bagi calon pengguna lahan. Beberapa area di luar sentra utama menawarkan nilai nan lebih rendah sehingga memberikan pengganti bagi industri nan mau melakukan ekspansi.
"Untuk nilai lahan overall di diagram bagian kanan menggambarkan bahwa beberapa sub-market mempunyai rentang nilai di sekitar 2 sampai 3 juta per meter persegi ya. Dan kita lihat untuk garis warna hijau tua dan hijau muda ini menggambarkan Subang dan Sukabumi nan overall mempunyai nilai di bawah rata-rata tersebut 2 sampai 3 juta," ujar Syarifah.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

14 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·