Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau penanganan gempa di Flores, NTT(MI/Marianus)
PERUM Bulog menyiapkan tambahan 40 ribu ton beras untuk memperkuat stok pangan selama masa tanggap darurat setelah gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga proses pemulihan pascabencana.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman berbareng Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau penyaluran support di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8).
Berdasarkan info per 19 Agustus 2026, Bulog telah menyalurkan 202 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah kabupaten terdampak, ialah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat. Amran menegaskan pemerintah bakal memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak musibah tetap terpenuhi.
"Kita memastikan masyarakat nan terdampak gempa mendapatkan support pangan nan dibutuhkan," ujar Amran.
Ia juga meminta masyarakat tidak cemas terhadap kesiapan beras selama masa penanganan bencana.
“Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat nan terdampak bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan lembaga mengenai untuk mempercepat pengedaran bantuan.
Dari info Bulog, disampaikan dia bahwa stok beras nan tersedia di wilayah NTT saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton. Untuk memperkuat persediaan tersebut, sebanyak 40 ribu ton tambahan disiapkan dan bakal dimobilisasi dari NTB, Sulawesi Selatan, serta Jawa Timur. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·