Bupati Blora Targetkan 295 Hektar Lahan Organik Masuk Desa

44 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bupati Blora Arief Rohman menyuarakan pengembangan pertanian organik, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu langkah nyata nan dilakukan Arief Rohman dengan melaksanakan paparan mengenai pertanian organik Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berbareng LPP NU dan jaringan petani Nahdliyin menggelar Muktamar Petani Nahdliyyin di Pesantren Al-Itqon, Desa Tlogosari Wetan, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (10/8).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan obrolan sektor pertanian nan merupakan pedoman utama mata pencaharian penduduk nahdliyyin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Muktamar ke-35 NU sekaligus ruang konsolidasi petani Nahdliyin untuk merumuskan penguatan ekosistem ekonomi pertanian dari sektor hulu hingga hilir.

Agenda ini diselenggarakan melalui kerja sama LPP PBNU, Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) PBNU, serta Pesantren Al-Itqon Semarang. Kegiatan melibatkan jaringan LPP NU dari sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Arief Rohman menjelaskan, Kabupaten Blora menjadi Penghasil Beras nomor enam di tingkat Jawa Tengah dan menjadikan Kab. Blora sebagai salah satu lumbung pangan utama.

"Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai 530.818 ton, meningkat 106.407 ton alias 25.07% dibandingkan tahun 2024 nan sebesar 424.411 ton. Peningkatan produksi tersebut didukung oleh naiknya produktivitas (provitas) menjadi 50.98 kuintal per hektare, alias meningkat 0,96 kuintal per hektare (1.92%) dibandingkan tahun 2024," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Bersamaan dengan itu, produksi beras Kabupaten Blora pada tahun 2025 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi sekitar 305.252 ton. Jumlah tersebut naik 61.190 ton alias 25,07% dibandingkan produksi beras tahun 2024 nan mencapai sekitar 244.062 ton.

Dirinya bilang, pertanian organik merupakan solusi masa depan nan tidak hanya menjaga kesehatan konsumen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia berbahaya.

Lantas, kata dia, pihaknya mau Bloran menjadi salah satu sentra pertanian organik di Jawa Tengah. Alhasil, terjadilah penandatanganan kerja sama alias MoU dilakukan Selasa (15/7/2025) di Gedung PWNU Jawa Tengah, antara kami Bupati Blora dan Ketua PCNU Blora HM. Fatah. Penandatanganan kerja sama tersebut, disaksikan oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghofar Rozin, serta seluruh kepala dinas dan camat, dan Ketua MWC NU dari seluruh kecamatan di Kab.Blora. Di sisi lain, setiap desa juga didorong untuk menyediakan lahan bengkok minimal satu hektar sebagai letak uji coba pertanian organik.

"Jika satu desa bisa menyediakan 1 hektare tentunya di blora ini ada 295 desa/Kelurahan nan bisa ada juga 295 hektare pertanian organik," tambahnya.

Tak hanya itu, Pemkab Blora juga terus melakukan penjajakan kerja sama dengan BUMN, seperti Pertamina, untuk mendukung pendampingan dan pembinaan petani.

"Kami mau NU, khususnya LPPNU, terus menggerakkan semangat petani organik di setiap desa. Blora kudu menjadi kabupaten percontohan di bagian pertanian organik," tegas Arief.

Arief mengatakan, pertanian organik bukan sekadar langkah bertani, tetapi ikhtiar berbareng untuk menjaga tanah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menghadirkan pangan nan sehat bagi masyarakat.

"Ke depan, kami berambisi kader NU sebagai petani bimbingan dapat menjadi bagian krusial dalam menggerakkan pertanian organik di Kabupaten Blora. Tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelopor, penggerak, dan teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pertanian nan ramah lingkungan dan berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, forum Muktamar Petani Nahdliyyin lahir dari kegelisahan berbareng atas kondisi petani, khususnya penduduk NU nan selama ini menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Menurutnya, forum tersebut bukan dimaksudkan sebagai corak perlawanan terhadap pihak tertentu, melainkan menjadi ruang bagi petani Nahdliyin untuk berkumpul, menyampaikan aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan mereka secara mandiri.

"Kegiatan ini adalah kegelisahan kita semua nan ada di Jawa Tengah dan lainnya. Muktamar petani ini lisensi Jawa Tengah, bukan berfaedah untuk menunjukkan perlawanan alias tandingan. Merupakan wadah petani-petani jamiyah NU nan berdaulat dan merdeka," ujarnya.

Pada aktivitas ini, Bupati juga membawa beras organik, Rumah Produksi & Packing Beras Organik SEHATI. Melalui CSR Bank Jateng dengan support Mesin Oven, Rice Malling dan Mesin Packing nan berlokasi di Dukuh Denguk Desa Andongrejo Kec. Blora dikelola oleh Koperasi PCNU "Berkah Jagat Nusantara", Menghasilkan produk Beras Organik Sehati nan siap untuk dipasarkan.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya