Cata! Prabowo Janji Motor Listrik Bisa Tanpa DP dan Bunga Rendah

1 jam yang lalu 3
Cata! Prabowo Janji Motor Listrik Bisa Tanpa DP dan Bunga Rendah Presiden Prabowo Subianto (tengah).(MGN)

PRESIDEN Prabowo Subianto menjanjikan adanya skema angsuran dengan kembang rendah disertai support tanpa duit muka (DP) untuk mendukung pembelian motor listrik nasional (MoLiNas) nan diproduksi massal oleh pelaku upaya di dalam negeri.

Dalam aktivitas peluncuran MoLiNas di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8) Presiden Prabowo memerintahkan Danantara untuk mendukung program motor listrik nasional, nan salah satunya dilakukan dengan menyiapkan skema angsuran ringan agar masyarakat tergerak membeli motor listrik nasional tersebut.

"Danantara, dukung dengan apa nan kau bisa dukung. Tadi, kita bicarakan—Menteri Keuangan tidak bakal terlalu suka, tetapi ujungnya you akan juga suka. Kita bakal turunkan kembang angsuran untuk rakyat. Kemudian, kita usahakan tidak pakai DP," kata Presiden Prabowo.

Presiden melanjutkan pengeluaran nan dapat dihemat dari pemakaian motor listrik mencapai minimal 50 persen apalagi hingga 70 persen jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak. "Nanti mungkin, lantaran ini sudah kebutuhan dunia. Jadi, ada namanya carbon tax di kota-kota besar seperti di Beijing, gak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat, gandrung dengan motor bensin," ujar Presiden.

Oleh lantaran itu, tidak hanya skema pinjaman nan ringan, Presiden Prabowo juga berjanji menyiapkan sistem pembelian dengan sistem tukar tambah. "Jadi, kelak kita pikirkan gimana kita bisa tukar tambah, kau setor motor lama dapat motor baru, ya tambah dikitlah," kata Prabowo.

Di akomodasi produksi motor listrik milik Indika Energy di Cikarang itu, Presiden Prabowo memuji keberanian perusahaan memproduksi 20.000 motor listrik di tengah akibat dan persaingan upaya nan ketat dengan pesaing besar dari China, Jepang, dan Korea Selatan. Presiden kemudian menantang perusahaan tersebut untuk menambah skala produksinya hingga 200.000 unit apalagi 2 juta unit.

Prabowo berkeyakinan motor listrik nasional merupakan bagian dari kepentingan nasional, terutama dalam mewujudkan kemandirian daya dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Tiap tahunnya, Presiden menyampaikan, dolar nan keluar dari Indonesia untuk mengimpor BBM dari luar negeri dapat mencapai 28 miliar dolar—30 miliar dolar.

"Kita bertekad, ini kita kurangi. Dengan solar, sekarang (ada alternatif, red.) B50, kita sudah mengurangi. Bahkan, harusnya kita tidak impor lagi Diesel dari luar, tetapi tetap berjuntai beberapa daya dari luar. Kita bakal segera tukar LPG menjadi CNG, dan kita juga bakal membangun (pembangkit, red.) listrik tenaga surya sebesar 100 gigawatt," ujar Presiden. (Ant/P-3)

Selengkapnya