Jakarta, CNN Indonesia --
Hui Ka Yan yang dijatuhi balasan penjara seumur hidup oleh pengadilan China merupakan mantan bos klub sepak bola Guangzhou Evergrande.
Hui Ka Yan adalah pendiri perusahaan Evergrande nan bergerak di bagian properti. Pada 2010, melalui perusahaan top di Negeri Tirai Bambu itu, Hui Ka Yan membeli klub Guangzhou nan sedang terjerembab lantaran kasus pengaturan skor.
Klub nan tadinya berjulukan Guangzhou Football Club menjadi Guangzhou Evergrande Football Club.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Evergrande Real Estate Group sebagai pemilik mengubah status klub, dari kelas medioker menjadi penguasa China.
Pada 2010-an Guangzhou Evergrande mengguncang sepak bola China dan bumi lantaran aktivitas transfer nan gempar berbarengan dengan kekuasaan di liga China.
Skuad berjuluk South China Tigers mendatangkan sederet bintang Asia Timur seperti Sun Xiang, nan merupakan pemain pertama China nan berkompetensi di Liga Champions berbareng PSV Eindhoven, dan kapten timnas China kala itu Zheng Zhi.
Tak berakhir sampai di situ. Guangzhou Evergrande mengimpor pembimbing kenamaan asal Italia, Marcelo Lippi. Selain Lippi, bangku pembimbing Evergrande pernah pula dihuni Fabio Cannavaro dan Luiz Felipe Scolari.
Sementara pemain-pemain top nan pernah diboyong Guangzhou Evergrande antara lain adalah Paulinho, Robinho, dan Alberto Gilardino.
Guangzhou Evergrande pun menjadi juara level tertinggi liga domestik China pada 2011 hingga 2017 dan terakhir jadi juara pada 2019.
Pada era nan sama, Guangzhou Evergrande juga dua kali menjadi juara Liga Champions Asia tepatnya pada 2013 dan 2015. Pada tahun tersebut Guangzhou Evergrande menempati ranking keempat dalam arena Piala Dunia Antarklub.
Hari berganti, roda berputar. Seiring dengan persoalan finansial nan membelit Evergrande dan berbarengan dengan krisis finansial China, klub mengalami kolaps. Guangzhou Evergrande apalagi degradasi.
Kini Guangzhou Evergrande tetap berdiri dengan menggunakan nama Guangzhou Football Club, seperti nama lamanya.
Sementara Hui Ka Yan, nan pernah menyandang status sebagai salah satu orang terkaya di Asia, mengaku bersalah atas delapan dakwaan berat dalam persidangan pada April 2026.
Dakwaan itu mencakup penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan biaya publik secara ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, publikasi sekuritas palsu, serta penyuapan.
Selain menjatuhkan balasan penjara seumur hidup, pengadilan juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi Taipan China berumur 67 tahun tersebut.
(nva/nva)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·