China Siap-Siap Masuk Madura, Bangun Komplek Pabrik di Sini

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan, Jawa Timur, mulai memasuki tahap persiapan untuk menarik investasi manufaktur dari beragam negara. China menjadi salah satu sumber investasi nan paling besar, dengan rencana pengembangan satu klaster industri di area tersebut.

Pengembangan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-China untuk memperkuat pedoman industri baru di Madura. Sebelumnya, pemerintah telah mendorong kerja sama pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan investasi nan masuk tidak hanya berasal dari satu perusahaan. Sejumlah sektor manufaktur telah disiapkan untuk mengisi area tersebut.

"Tetapi bukan hanya China, itu kebetulan nan China nan lebih besar. Kalau nan China saya tarik itu satu klaster, satu klaster area industri," kata Ma'ruf kepada CNBC Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Kawasan ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi letak pabrik, tetapi juga bagian dari rantai produksi nan terhubung dengan pasar ekspor. Sejumlah industri nan disiapkan mempunyai karakter manufaktur dan pengolahan nan cukup beragam.

"Jadi pabriknya itu ada pabrik plastik, benang, matras, furniture, terus cokelat, terus bungkusan makanan, makanan, kayak ikan itu kan pengalengan ikan, pengalengan ikan, makanan gitu, tapi semuanya ekspor semua," ujarnya.

Kerja sama dengan penanammodal China menjadi salah satu bagian krusial dari pengembangan tersebut. Pemerintah sebelumnya menyebut area industri di Bangkalan diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur dan melengkapi area industri berat nan sudah berkembang di wilayah Gresik.

Alhasil, area industri ini bakal menyerap banyak tenaga kerja. Meski belum bisa menyampaikan berapa jumlah tenaga kerja nan terserap, namun Ia memperkirakan mencapai ribuan orang.

Selain China, penjajakan investasi juga dilakukan dengan sejumlah negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa area tersebut tidak diarahkan menjadi area industri nan hanya berjuntai pada satu negara asal modal.

"Tapi bukan hanya China, saya juga ada beberapa industri nan datang ke situ ialah kayak Korea, Jepang, gitu," kata Ma'ruf.

Pengembangan area tetap berada pada fase awal sebelum pembangunan bentuk dilakukan. Setelah proses administratif dan perizinan selesai, pembangunan area industri bakal mulai dijalankan untuk menampung perusahaan nan telah dijajaki.

"Jadi itu masuk saya nan develop, saya area industrinya, saya nan bawa, saya nan bangun area industrinya, area industri saya," tegas Ma'ruf.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya