Ciri Gangguan Autisme pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini

16 jam yang lalu 1
Ciri Gangguan Autisme pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini Seorang anak tengah menjalani terapi tumbuh kembang.(Dok. Antara)

GANGGUAN autisme pada anak dapat dikenali melalui sejumlah karakter spesifik, mulai dari halangan dalam keahlian bersosialisasi hingga munculnya perilaku nan berulang alias repetitif. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, Hanna Dyahferi Anomsari.

“Autisme adalah gangguan neurodevelopmental dengan karakter unik ialah kekurangan keahlian bersosialisasi dan keterbatasan ketertarikan, serta adanya kebiasaan perilaku nan mengulang alias repetitif,” ujar dr. Hanna dalam sebuah webinar nan dipantau secara daring dari Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menekankan bahwa tingkat pendidikan orangtua memegang peranan krusial dalam membantu mendeteksi alias menyadari gangguan nan dialami buah hati. Menurutnya, semakin awal autisme dideteksi, maka intervensi nan dilakukan dapat semakin maksimal untuk menekan gangguan dalam perkembangan anak.

Gejala dan Tanda Berdasarkan Usia

Dr. Hanna menjelaskan bahwa indikasi autisme sangat bervariasi. Namun, terdapat beberapa tonggak perkembangan (milestone) tumbuh kembang anak nan bisa menjadi parameter bagi orangtua:

  • Usia 12 Bulan: Anak tidak memberikan respons saat namanya dipanggil. Orangtua perlu memastikan apakah perihal ini disebabkan oleh gangguan pendengaran alias indikasi lain.
  • Usia 14 Bulan: Anak kesulitan alias tidak dapat menunjuk benda, serta tidak menunjukkan keahlian bermain pura-pura (pretend play).
  • Kontak Mata: Tidak adanya kontak mata saat diajak berbicara. Anak tampak tidak menghiraukan alias tidak merespons hubungan dari orangtua.

Hambatan Komunikasi dan Perilaku

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini juga mengungkapkan bahwa anak dengan gangguan autisme kerap mengalami keterlambatan bicara. Selain itu, mereka sering kali tidak memahami makna kata nan diarahkan untuk diulangi.

“Misalnya mengatakan ayam, dia tidak mengerti apa itu ayam,” jelas dr. Hanna. Ciri autisme lainnya meliputi kesulitan menjawab pertanyaan dengan betul hingga kecenderungan sangat pemilih terhadap makanan tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, dr. Hanna menyarankan para orangtua nan merasakan adanya kejanggalan pada perkembangan buah hati untuk segera melakukan skrining medis. Langkah ini krusial agar anak mendapatkan penanganan dan pola asuh nan tepat sesuai dengan kondisinya. (Ant/H-3)

Selengkapnya