Dalam Sehari, Dua Peristiwa Karhutla Terjadi di Wilayah Penajam Paser Utara

1 hari yang lalu 4
Dalam Sehari, Dua Peristiwa Karhutla Terjadi di Wilayah Penajam Paser Utara Sejumlah petugas berupaya memadamkan Karhutla di Babulu Darat Kecamatan Babulu(Dok. BPBD PPU)

BENCANA Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), tetap terus terjadi. Bahkan dalam lama satu hari, Rabu (19/8) kemarin terjadi dua kejadian dengan letak berbeda ialah di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu. 

Kondisi ini memaksa tim campuran penanganan Karhutla PPU, kudu bekerja ekstra keras hingga Kamis awal hari. Total lahan nan terbakar dari dua kejadian tersebut mencapai lebih dari 11 hektare lahan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila kepada Media Indonesia, Kamis (20/8) mengungkapkan, laporan Karhutla nan pertama diterima pihaknya berada di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam dengan luas kebakaran mencapai 10,65 hektare.

“Peristiwa pertama terjadi di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam. Kebakaran itu berada di lahan milik penduduk berjulukan Ayong Antony merupakan eks lahan PT. Greaty Sukses Abadi,” tuturnya.

Ia membeberkan, di letak ini api mulai berkobar sekitar pukul 13.15 Wita dan dilaporkan ke Pusdalops BPBD PPU pada pukul 13.23 Wita. Api membakar lahan mineral seluas kurang lebih 10,65 hektar nan dipenuhi semak belukar, pepohonan, serta tumpukan kayu besar.

Tim Gabungan Dikerahkan Maksimal 

“Dalam penanganan Karhutla ini, kami dikerahkan tim campuran secara maksimal terdiri dari BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP) Pos Sotek, KPHP Bongan, KPHP Telake, Brigade Karlabun Distan, PT Balikpapan Wana Lestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT setempat, hingga mahasiswa KKN Unmul,” sebutnya.  

Karena luasnya lahan nan terbakar, lanjutnya, maka proses pemadaman nan mengandalkan mobil tangki dan mesin portabel berjalan maraton hingga pendinginan awal dan rampung pada pukul 00.00 WITA. Dimana secara visual api utama telah sukses dipadamkan.

“Tadi pagi petugas kembali mengecek lantaran tetap adanya sisa titik asap dan bara api di letak Karhutla,” jelasnya.

Nurlaila menutukan, hingga sekarang kepolisian tetap melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di Kelurahan Sepan tersebut. Namun, jika dilihat dari kondisi cuaca api sekecil apapun bisa memicu terjadi kebakaran disebabkan semak belukar dan tumpukan kayu nan kondisinya kering.  

Pembakaran Sampah Picu Karhutla di Babulu Darat

Sementara itu, tambahnya untuk kejadian Karhutla kedua terjadi di RT 10 Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Laporan diterima tim campuran pada malam harinya sekitar pukul 22.06 Wita. 

“Usai menerima laporan petugas piket malam Pos DPKP langsung meluncur ke letak kejadian menggunakan unit armada Damkar, dan langsung berupaya melakukan pemadaman, dengan luas lahan nan terbakar seluas kurang lebih 1 hektare,” ujarnya.

Ia membeberkan, berasas info nan dikumpulkan kebakaran itu dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah sejak sore hari, kemudian menjalar ke area sekitarnya. Namun berkah kesigapan petugas api bisa dipadamkan secara penuh pada pukul 00.23 Wita tanpa ada korban jiwa. 

Polisi Amankan Pelaku Pembakar Sampah Pemicu Karhutla

“Berbeda dengan Karhutla di Sepan, untuk di Babulu Darat pelaku pembakaran sampah nan memicu kebakaran telah diamankan polisi untuk proses norma lebih lanjut,” tegasnya.

Ia mengimbau, agar seluruh lapisan masyarakat tidak membuka lahan alias mengolah sampah dengan langkah membakar, mengingat cuaca kering sangat berpotensi memicu timbulnya musibah karhutla susulan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah nan dapat memicu Karhutla, begitu pula bagi dalam membuka lahan dengan langkah terbakar. Jika itu tetap dilakukan dan berakibat pada musibah kebakaran tentu ada hukuman hukumnya,” pungasnya. (H-2)

Selengkapnya